Aksi Kamisan Perdana Surabaya

actasurya.com – Masih banyak kasus pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di Indonesia. Sebagai contoh kecil yakni kasus Munir, Wiji Thukul, Udin dan yang baru ini Salim kancil. Lemahnya hukum di Indonesia membuat isu HAM sangat mudah dihilangkan.

Menanggapi masalah seserius ini, sekelompok orang mengadakan aksi diam atau yang biasa disebut kamisan. Hanya diam berdiri memakai baju serba hitam dan membawa payung hitam sebagai tanda bahwa masih ada kasus penting yang belum diselesaikan.

Awalnya kamisan dilakukan tahun 2007 berlokasi di Jakarta tepatnya depan istana negara. Seorang ibu bernama Sumarsih yang menuntut keadilan untuk anaknya Wawan, salah satu korban tragedi trisakti.

Aksi diam ini bukan berarti diam dalam arti tidak melakukan apa-apa. Namun diam dalam menuntut sebuah kejelasan dengan cara yang lebih sopan. Dan diam karena masih banyak kasus yang belum terselesaikan oleh negara.

Acara diam ini akan rutin diadakan setiap hari kamis pada pukul 17:00-18:00 WIB didepan gedung pemerintah Grahadi.

Wanita yang tak mau disebut namanya ini berharap untuk kedepan semoga negara tidak lalai dalam menanggapi kasus-kasus HAM. Tak luput juga agar Presiden Republik Indonesia, Jokowi agar tidak lupa akan janji-janjinya yang akan menyelesaikan isu-isu HAM di Indonesia. (N/F: Abi)