Kursi Kosong Wakil Ketua III Stikosa-AWS

Ilustrasi: Kalikata.id

Actasurya.com – Sejak beberapa waktu lalu beredar kabar di tengah mahasiswa mengenai pergantian jabatan Wakil Ketua (Waka) III Stikosa-AWS. Informasi tentang hal yang seharusnya diadakan sosialisasi secara terbuka dengan seluruh civitas kampus itu, coba ditelusuri oleh reporter Acta Surya.

Dari menghimpun keterangan ke pemegang jabatan tertinggi kampus yang beralamat Jl. Nginden Intan Timur I No. 18, Kota Surabaya itu, yakni Prida Ariani Ambar Astuti selaku Ketua, juga Ratna Aminah sebagai Waka I. Dikonfirmasi lewat email serta pesan WhatsApp, keduanya enggan buka suara perihal reshuffle secara mendadak tersebut, hingga berita ini diturunkan keduanya tak memberikan komentar apapun.

Sementara yang bersangkutan Suprihatin membenarkan mengenai kabar pengunduran dirinya dari jabatan Waka III. Titin sapaan akrabnya mengatakan bahwa pengunduran dirinya tertanggal 31 Oktober 2020, “Saya sudah mundur dari Waka 3 per tanggal 31 Oktober 2020,” katanya

Tak hanya itu, Titin juga mengungkapkan bahwa informasi pengunduran dirinya telah disampaikan kepada Ketua dan Sekretaris Formatur BEM agar kemudian diteruskan kepada mahasiswa dari organisasi mahasiswa (ormawa).

“Informasi pengunduran diri sebagai Waka III telah saya sampaikan pada formatur BEM yaitu Bayu dan Halin,  dan saya minta menginformasikan kepada teman-teman ormawa,” terangnya.

Jika ditelisik dari SOP LL-DIKTI pengajuan pengunduran diri minimal tiga bulan sebelumnya. namun berbeda dengan yang dibeberkan Titin mengenai Standard Operational Procedure (SOP) yang buat di Stikosa-AWS, bahwa minimal satu bulan sebelumnya.

“Jika dari Stikosa pengajuan mundur minimal satu bulan sebelumnya. Dan itu sudah saya penuhi,” bebernya.

Perihal alasan dibalik pengunduran dirinya secara tiba-tiba, Titin menjelaskan bahwa sedang mepersiapkan studi lanjut sehingga perlu waktu lebih. Serta beralasan sulitnya membagi waktu selama mengemban jabatan waka III.

“Saya sedang perlu waktu lebih untuk mempersiapkan studi lanjut. Saya sedang mengajukan aplikasi beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). Dan sebagai Waka III, waktu untuk itu sulit saya sisihkan,” jelasnya

Sejak Suprihatin melengserkan diri dari Waka III, maka untuk sementara pelayanan administrasi kegiatan kemahasiswaan seperti Ormawa maupun BEM, dibebankan kepada Koordinator Pusat Pengembangan Karir Athok Murthado dan Waka II Moch. Djauhari.

“Kalau terdampak tidak, akan tetapi prosedurnya berubah saja. Dulu ke saya baru ke waka III, nah kalau sekarang saya mengajukan proposalnya ke Waka II,” terang Athok Murthado Koordinator Pusat Pengembangan Karir, Kemahasiswaan dan Alumni.

BACA JUGA   Jalan di Surabaya Ambles, Tak Ada Korban Jiwa

Namun terlepas dari itu semua, jabatan Waka III yang digadang-gadang ditempati Athok Murthado hanyalah kesalahpahaman, hal itu seperti penjelasannya terkait dirinya yang semenjak tahun 2019 memang sudah memegang jabatan sebagai koordinator kemahasiswaan.

“Jadi saya itu bukan menggantikan Bu Titin atau jadi Waka III, sebenarnya Waka III atau Waka lainnya itu seperti naungan saja. Untuk tugas tetap di Koordinator Pusat Pengembangan Karir, Kemahasiswaan dan Alumni yang saat ini menjadi Pelaksana tugas (Plt) waka II kalau DMPR yang menjadi Plt Waka I,” bebernya,

“Dan saya tegaskan kalau jabatan Waka III saat ini kosong belum ada yang menggantikan, untuk pergantiannya kemungkinan di awal tahun 2021,” tegasnya

Pergantian kedudukan Waka III itu, mendapat tanggapan dari Ketua Formatur BEM Stikosa-AWS, Satria Bayu Aji Pradana mengaku pergantian kedudukan tersebut, pihak mahasiswa masih menunggu kejelasan dan alasan dari Ketua Stikosa-AWS terkait hal tersebut.

“Mahasiswa dan Ormawa pun masih bingung, ini sebenarnya apa yang terjadi pada pihak kampus. Kami mahasiswa masih menunggu Ketua Stikosa-AWS untuk beraudiensi dengan mahasiswa,” tutur mahasiswa dari peminatan Broadcasting itu.

Bayu sapaan akrabnya mengatakan pengganti Waka III akan wajar jika orang yang dipilih memiliki kapasitas dibidangnya.

“Pergantian tersebut akan sangat wajar, jika kedudukan Waka III digantikan dengan orang yang memiliki kapasitas pada bidang tersebut,” katanya.

Mahasiswa semester lima ini juga berharap siapapun yang menduduki jabatan Waka III bagian Kemahasiswaan, agar menjadi jembatan aspirasi mahasiswa.

“Semoga bisa bantu menyampaikan aspirasi mahasiswa itu sudah cukup,” harapnya.
(N/F:frd,frs,max)