actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Kisah Getir Pelarian Wiji Thukul Dalam Layar Lebar
BERITA

Kisah Getir Pelarian Wiji Thukul Dalam Layar Lebar

redaksiBy redaksi20 Januari 2017
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Film Istirahatlah Kata-Kata resmi tayang pada hari ini, serentak di 15 kota besar Indonesia, Kamis (19/1/2017) malam.

Di Surabaya sendiri, film bergenre drama dan biography ini diputarkan  di XXI Tunjungan3. Istirahatlah Kata-Kata berkisah tentang sosok Wiji Thukul, penyair kritis terhadap ketidakadilan pada era penguasa Orde Baru. Puisi-puisi Wiji lugas dan selalu diteriakkan dalam demonstrasi-demonstrasi melawan rezim.

Film garapan Yosep Anggi Noen itu dibintangi Gunawan Maryanto, Marissa Anita, Melanie Subono, Eduwart Boang Manalu dan Dhafi Yunan. Pihak Produsen film Mengajak Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) Jawa Timur, untuk mengkoordinir kawan-kawan aktivis yang hendak menonton bersama pada momentum kali ini.

Masyarakat Surabaya terlihat antusias dengan ludesnya tiket dua kali pemutaran di jam yang berbeda. Bahkan sampai harus ada yang kecewa karena tak kebagian tiket. “Ini adalah semangat teman-teman dengan diputarnya film seperti ini di bioskop umum,” cakap Sukiswantoro, Koordinator IKOHI Jawa Timur.

Sukiswantoro mengungkapkan diputarnya film ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat, juga pada negara bahwa kasus penghilangan paksa, dan pelanggaran hak asasi manusia di negeri ini belum ditangani dengan benar. “Ini bentuk apresiasi kita, bahwa kita masih merawat ingatan,” tukasnya.

Supporter klub Persebaya, Bonekmania pun turut serta dalam pemutaran film Istirahatlah Kata-Kata di kesempatan kali ini, bagi mereka biografi sosok Wiji Thukul tentang Perjuangan dan Kemanusiannya mampu memberi inspirasi.

Selain di Surabaya, film ini juga diputar di beberapa kota besar lainnya, yakni Jakarta, Bandung, Bekasi Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Semarang, Solo, Tangerang, Kupang, Medan, Purwokerto, Mojokerto dan Makassar.

Berdurasi 97 menit,  film ini menceritakan paska Juli 1996, pecah kerusuan di Jakarta, Wiji Thukul dan beberapa aktivis pro-demokrasi ditetapkan sebagai tersangka pemicu kerusuhan. Wiji lalu melarikan diri ke kota Pontianak. Selama hampir 8 bulan di Pontianak, Wiji tinggal berpindah-pindah rumah bahkan tinggal bersama dengan orang-orang yang sama sekali belum dia kenal.

Wiji mengawali pelariannya dengan ketakutan, karena status baru menjadi buronan. Namun, Wiji tetap menulis puisi dan beberapa cerpen dengan menggunakan nama pena lain. Wiji juga berganti identitas untuk mengelabui administrasi negara, tercatat Wiji menggunakan beberapa nama di dalam pelariannya.

Ada kata-kata Wiji yang begitu mendalam dalam filmnya: “Menjadi diri sendiri, adalah tindakan subversi di negeri ini.” (N/F: Farid)

 

istirahatlah kata-kata wiji tukul
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.