actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Kenaikan BBM Masih Jadi Tuntutan Utama Buruh
BERITA

Kenaikan BBM Masih Jadi Tuntutan Utama Buruh

redaksiBy redaksi1 Mei 2015
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Puluhan anggota KASBI menggelar long march. Mereka juga menyuarakan pembentukan kembali 'partai buruh'
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 

actasurya.com – Tolak penetapan UMK 2 sampai 5 tahun sekali. Tolak kenaikan BBM dan hapuskan sistem kontrak dan outsourcing. Tetap menjadi tuntutan utama yang lantang diserukan oleh berbagai serikat kerja buruh setiap May Day.

Ratusan masa buruh yang memadati depan Gedung Negara Grahadi melakukan aksi menuntut hak dan memprotes kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kaum buruh.

Longmarch dari berbagai kota di Jawa Timur tumpah ruah guna menyuarakan apa yang menjadi hak kaum buruh. Dengan menggunakan kendaraan roda dua dan iring-iringsn truk tak luput dari bumbu aksi setiap perayaan May Day. Bermodalkan pengeras suara sambil mengibarkan logo serikat buruh, mereka menolak upah yang minim dan sistem kerja kontrak.

Dwi selaku koordinator lapangan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) menilai, upah murah berbanding lurus dengan angka kemiskinan. Untuk itu, mereka juga menuntut adanya undang undang perlindungan buruh.

Dalam orasinya, masa buruh juga mengkritik keras terkait kebijakan yang tidak tepat sasaran pada kaum buruh zaman Gubernur Soekarwo. Sekitar 500 personil gabungan dari TNI, Polri, dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) dikerahkan guna mengamankan aksi pada May Day, Jumat, (1/5). (N/F: Indra/Pondra)

Grahadi Surabaya Hari buruh May Day
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.