Actasurya.com – Perayaan dies natalis Stikosa-AWS yang ke-57 diadakan selama satu bulan penuh diNovember. Kegiatan ini banyak melibatkan tokoh publik, Ikatan Alumni Stikosa-AWS, dan Organisasi Mahasiswa. Tidak hanya itu berbagai ucapan selamat, datang dari para stakeholder seperti Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif , Jaja Miharja selebritis ibu kota, dan masih banyak lagi.

Athok Murthadlo selaku Direktur Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, Promosi dan Marketing,  Mengungkapkan bahwa upaya tersebut bertujuan untuk membangun kembali relasi dengan melibatkan para tokoh publik. Serta wadah silaturahmi, para alumni dengan ketua Stikosa-AWS yang baru.

“Ini bukan awal bagi kita untuk bekerja sama dan membangun relasi, melainkan memperbaiki relasi yang sudah ada. Acara Dies Natalis tahun ini merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan kembali Stikosa-AWS. Dan sebagai wadah silaturahmi, dengan cara melibatkan tokoh publik dalam kegiatan perayaan Dies Natalis tahun ini,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Athok mengatakan bahwa Stikosa-AWS, akan terus menjalin silaturahmi dan menjalin relasi yang sudah ada.  Melalui cara sering berkomunikasi dan mengundang atau melibatkan para tokoh dalam kegiatan kampus.

“Kita akan jalin relasi dengan cara terus berkomunikasi dan silaturahmi. Kalau Stikosa-AWS ada acara kita akan undang dan melibatkan merek juga,” katanya.

Ketua Stikosa-AWS Meithiana Indrasari, memberikan tanggapannya mengenai salah satuu perguruan tinggi tertua di Indonesia. Yang memiliki kredibilitas dan harus membangun relasi dengan para stakeholder.

“Setiap individu itu disarankan diera digital untuk bisa berjejaring positif, yaitu bagaimana bisa menjalin relasi positif dan produktivitas. Begitu juga dengan institusi termasuk Stikosa-AWS yaitu lembaga pendidikan yang kehidupan Tri Dharma nya itu sangat erat dengan media digital saat ini,” terang wanita yang gemar senyum ini

“Tentu Stikosa-AWS harus dan wajib membangun ber-relasi dengan para stakeholder tujuan nya agar apapun informasi sosialisasi terkait dengan kebijakan juga bisa turut membantu mensosialisasikan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Muhammad Zainal Arifin menuturkan bahwa hadirnya Meithiana, menjadi angin segar bagi seluruh civitas akademik  Stikosa-AWS. Dengan terjalinnya relasi memberi peluang, untuk kembali mempertahankan eksistensinya.

“Ada rasa kepercayaan diri bahwa Stikosa-AWS ini akan mendapatkan banyak relasi dan membuka peluang kita ketika magang dan berkarir setelah lulus dari kampus ini,” katanya.

Lelaki jurusan Public relation ini menambahkan, bahwa mahasiswa juga berperan penting dalam mengharumkan nama kampus dan mempertahankan eksistensi Stikosa-AWS. Dengan cara mencari pengalaman di tempat lain, untuk mengasah skill dalam konsentrasi di kampus.

“Kita harus mampu menunjukkan bahwa kita memiliki skill melalui bidang kita masing-masing, entah itu jurnalistik, broadcasting, dan public relation. Semangat belajar dan kemampuan juga harus ditingkatkan, jangan malas-malasan ketika kuliah. Kita juga harus mencari pengalaman di tempat lain sebagai bukti kita mahasiwa komunikasi yang berkompeten,” tegas mahasiswa semester lima ini.

Zain sapaan akrabnya juga berharap agar Stikosa-AWS dapat meningkatkan sistem internal, dan eksternal kampus agar dapat melahirkan lulusan yang lebih bagus. Sehingga tidak hanya membawa nama baik kampus saja, namun kemampuan dari setiap mahasiswa.

“Semoga sistem internal dan eksternal kampus Stikosa-AWS dapat ditingkatkan lagi. Pendidikan dan pembekalan dikampus lebih bagus lagi, sehingga lulusan Stikosa-AWS bisa dilihat dengan dua mata. Tidak hanya dari nama kampus tetapi dari kemampuan mahasiswanya juga,” tutupnya.

(N/F:Keo)