actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»SENI BUDAYA»Hari Yong Abadikan “Sosok Surabaya”
SENI BUDAYA

Hari Yong Abadikan “Sosok Surabaya”

redaksiBy redaksi5 November 2009
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Perkembangan kota Surabaya tak pernah luput dari campur tangan beberapa orang yang memang besar dikota pahlawan.inilah yang mendasari Hari Yong memamerkan 22 karya fotografinya yang bertema “Sosok Surabaya”.pameran foto ini berlangsung pada tanggal 06 hingga 29 november 2009 mendatang di Galeri House Of Sampoerna.

“ini memang proyek pribadi saya sejak tahun 2000 yang berjudul “Soerabaia Koe”, dari sana Hari Yong memotret Surabaya dengan berbagai sudut pandangnya,” ujarnya saat ditemui East java Traveler.

Dalam pameran foto berukuran 100x 200 ini sepuluh tokoh ditampilkan dan memang memiliki kontribusi dibidang kesenian, kepahlawanan, budaya dan tata kota Surabaya. seperti Umi Chalsum(seniman ludruk), Bubi Chen (pemusik jazz), Eddy Samson(tim cagar budaya kota Surabaya), Rudi isbandi (budayawan), Alm. Santoso Alimin (fotografer profesional),Soeparto Barta (penulis buku kremil), Johan sillas (pakar tata kota), Kadaruslan (tokoh masyarakat), Hartoyik(veteran pejuang 45) , Alm. Liem Keng (pelukis dan sketser).

“saya cinta Surabaya, saya tidak ingin Surabaya kehilangan identitas tersendirinya, dari mereka mereka itu saya terinspirasi,”imbuh pria kelahiran Surabaya tahun 1953 ini.. selain itu pria Alumnus Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia Jogjakarta jurusan Interior Design sejak kecil sudah mendengar nama nama mereka bahkan mengenal mereka,” paparnya.

“kami berharap dengan adanya pameran foto ini masyarakat surabaya lebih mengenal siapa sosok sejarah yang ada di suarabaya,” tegas Rani Anggraini selaku manager museum House Of Sampoerna.(Naskah/Foto : Dhimas P.)

 

Mahasiswa Pers Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.