Hari Buruh Ditandai Aksi Referendum Papua Barat

Puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), menuntut hak membacakan tutuntannya saat peringatan Hari Buruh di depan gedung Grahadi, Jumat (1/5).
Puluhan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), menuntut hak membacakan tutuntannya saat peringatan Hari Buruh di depan gedung Grahadi, Jumat (1/5).

actasurya.com – Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), mengawali aksi peringatan Hari Buruh di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (1/5/2015). Mereka menyuarakan aspirasinya terkait pembebasan Papua Barat.

Dengan mengangkat bendera bintang merah, puluhan masa Papua berorasi untuk menuntut hak menentukan nasibnya sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua. “Merdeka adalah mutlak, kami menuntut keadilan dan persetaraan dalam kebijakan juga hak untuk menentukan nasib,” tegas Dename, salah satu massa, pada orasinya.

Dalam aksinya, mereka menyimpulkan tiga tuntutan besar yang diserukan. Di antaranya bubarkan Kodam, Kodim, Korem dan Babinsa, tarik militer dan Polri dari Tanah Papua; hentikan eksploitasi dan tutup perusahaan milik kaum imperialis; dan berikan hak menetukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis.

Aksi ini sendiri berjalan dengan tertib. Mereka membubarkan diri setelah menyuarakan seluruh aspirasinya tersebut. (N/F: Pondra/Indra)

BACA JUGA   Transparansi Uang Kuliah Selama Pandemi