actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Gambarkan Ketidakjelasan Kampus, Lewat Pementasan
BERITA

Gambarkan Ketidakjelasan Kampus, Lewat Pementasan

redaksiBy redaksi16 Oktober 2014
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Rabu (15/10), Teater Lingkar menggelar pementasan, di Lapangan Stikosa-AWS. Pementasan kali ini bertujuan untuk menarik minat mahasiswa dan menunjukkan ketidakjelasan kampus.

“Kami, Teater Lingkar mengadakan pementasan ini, ingin mengangkat ketidakjelasan peraturan-peraturan kampus,” ucap Noval Aldrian, Sutradara Pementasan. Ketidakjelasan tersebut digambarkan dengan pembacaan puisi yang tidak saling berhungungan, serta adanya simbol api dan pocong.

Pementasan kali ini hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk latihan. Tak hanya anggota Teater Lingkar saja yang memeriahkannya, namun mahasiswa baru pun turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Kami mengajak mahasiswa baru, karena ingin mengajak mereka untuk berkarya. Dan tidak menutup kemungkinan mahasiswa yang sudah menjadi ormawa lain, juga turut meramaikan pementasan ini,” ungkap Noval.

Dengan adanya pementasan ini, diharapkan pihak kampus sadar dan lebih peduli lagi, dengan mahasiswanya. “Saya harap, setelah adanya pementasan ini pihak kampus sadar, serta tidak ada lagi masalah antara kampus dengan mahasiswanya, dan bisa menjadi keluarga,” tutupnya.

naskah dan foto: Qurratu A’yun

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.