actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»‘Foto Street’ Dokumentasi Ruang Publik
BERITA

‘Foto Street’ Dokumentasi Ruang Publik

redaksiBy redaksi8 Oktober 2014
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Mengusung tema ‘Foto Street’, Kartini Collection bekerjasama dengan Intiland menggelar Seminar Fotografi Street dalam acara Mooi Indie, di Gedung Spazio Surabaya, Selasa (07/10).

Acara yang telah sukses diadakan di dua kota, Jakarta dan Bali ini, dihadiri oleh beragam kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai profesional. Bersama Agus Leonardus, acara tersebut berlangsung sekitar tiga jam. Dengan memilih tema tersebut, seminar ini bertujuan untuk mendokumentasikan apa yang sedang terjadi di ruang publik.

“Acaranya bagus. Melalui acara ini, saya bisa mengetahui foto jaman dulu itu seperti apa, seperti diajak kembali ke masa lalu. Pematerinya juga hebat,” komentar Nizar Zulhilmi, salah satu pelajar, yang mengukai dunia fotografi.

Selain seminar, juga terdapat pameran foto yang bertajuk ‘Potrait of Life’, yang berlangsung selama sembilan hari (03-12/10). Foto-foto yang dipamerkan merupakan karya Jean Demmeni yang dikumpulkan sejak awal zaman Hindia Belanda, pada abad ke 20. Hal tersebut yang menbuat pengunjung pameran terbawa ke masa lalu.

“Melalui mata Jean Demmeni, kita dapat kembali membina hubungan masa lalu,” ungkap Cosmas Batubara, Komisaris Utama PT. Intiland Development Tbk.

naskah dan foto: Adek Dharma Santoso

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.