actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Festival Proyeksi 2018, Hadirkan Film Karya Filmmaker Surabaya.
BERITA

Festival Proyeksi 2018, Hadirkan Film Karya Filmmaker Surabaya.

redaksiBy redaksi2 Februari 2018
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Festival Proyeksi 2018 kembali hadir, dimana menjadi lanjutan rangkaian Festival Proyeksi tahunan. Acara tersebut berlokasi di Wisma Jerman, Ruang Halle, Jl. Taman AIS Nasution 15, Kota Surabaya, Jumat (26/01) pukul 16.30 WIB. Sebanyak 7 komunitas filmmaker dengan karya film masing-masing turut berpartisipasi, namun terlebih dulu mensubmisi karyanya melalui panitia yakni, mahasiswa Universitas Airlangga prodi Ilmu Komunikasi. Komunitas pembuat film yang berkontribusi bersama acara ini adalah Click ITS, Epic Unitomo, Copi Film, Sinematografi Unair, Kofie Unesa, Kopi Production Stikosa AWS, serta Graha Sinema Untag.

Festival Proyeksi sendiri telah mencapai tahun ketiga penyelenggaraan, dimana konsep di tahun pertama adalah kompetisi, sedangkan untuk tahun setelahnnya non-kompetisi. “Film yang kita putar adalah film-film pendek karya komunitas filmmaker dengan genre film bebas, bisa drama, komedi, dokumenter. Untuk peserta bebas baik dari komunitas mahasiswa, pelajar, atau masyarakat umum,” ungkap Alvina selaku Festival Director acara Festival Proyeksi 2018

Jum (26/1) pukul 16.30 Pengunjung mulai berdatangan seiring dimulainya acara Festival Proyeksi 2018 di Wisma Jerma Ruang Halle, Jl. Taman AIS Nasution 15 Surabaya.

Acara dibagi dua sesi, pukul 16.30 WIB saat pemutaran film Sembarang (mereka yang tidak kasat mata) diiringi para pengunjung yang kian ramai. Dilanjutkan dua film berikutnya yakni, Hot Rush dan Annisa menjadi sesi pertama. Sempat terjadi kendala teknis saat pemutaran film ketiga, sehingga harus diputar dalam sesi kedua pukul 18.30 WIB.

Pada sesi kedua, lima film yang diputar yakni, Annisa, Penghujung Gelap, Kala, Ngapus(i), dan Hidup Segan Mati Tak Mau. Terdapat tujuh film yang diputar dalam acara ini, kesemuannya digawangi oleh sutradara Thoriq N. Hidayah, Alfaristo Prilarta Pioh Datau, Nadya Yudo, Muchammad Toyyib, Akhmad Saifuddin, Thobie Rahardian, serta Ade Dharma.

 

Mengutip dari pernyataan salah satu panitia penyelenggara, Festival Proyeksi ingin turut andil untuk memberikan pandangan baru terhadap film independen di masyarakat Surabaya. Sementara itu, tanggapan positif disampaikan oleh salah satu komunitas filmmaker. Dimana festival seperti ini positif bagi para pembuat film, sebagai tempat mendistribusikan dan menyuguhkan film karya mereka.

“Selama ini kan temen-temen buat film, selesai. Dengan adanya ajang-ajang seperti ini film-filmnya komunitas filmmaker Surabaya ini bisa lebih dinikmati dan diapresiasi orang lain. Harapannya acara-acara seperti ini bisa terus berjalan serta kesadaran para filmmaker Surabaya untuk terus berkarya,” ujar Greatha Gloria dari Kopi Production.

Pukul 19.30 WIB seluruh film telah selesai diputar, di penghujung acara terdapat sesi diskusi, dengan menghadirkan sutradara dari masing-masing film yang berpartisipasi. Para pengunjung diberi kesempatan untuk bertanya dan berkomentar baik mengenai keseluruhan mengenai satu film yang mereka tonton juga hal-hal teknis selama pembuatan film. Para Sutradara antusias menjawab pertanyaan yang diajukan, yang sesekali diselipkan canda gelak tawa pengunjung serta anggota komunitas.

Hingga akhirnya pada penutup acara, panitia mengumumkan Festival Proyeksi akan diadakan kembali pada 15 Februari 2018 mendatang. Dimana acara ini merupakan gelaran ketiga dan venue akan diumumkan, sedangkan pengumpulan karya film dibuka sampai tanggal 31 Januari 2018. (N/F:Erik Widiarmoko)

Festival Film Festival Movie Maker Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.