Sumber foto : Instagram @Stikosaaws

Actasurya.com – Wisuda Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa AWS) ke-25, Sabtu, 04 Desember 2021. Wisuda kali ini dilakukan secara hybrid yaitu luring dan daring. Keempat Wisudawan terbaik tersebut menghadiri secara luring. Wisudawan terbaik prestasi akademik masing-masing dari peminatan Public Relations, Broadcasting, dan Jurnalistik. Bukan hanya prestasi akademik, wisudawan terbaik juga datang dari prestasi non akademik.

Mereka meraih predikat lulus dengan pujian, Rifkya Xena Aminullah Jr dari peminatan Public Relations dengan IPK 3,75, Habib Syahrul Asrori dari peminatan Broadcasting dengan IPK 3,75, dan Jelita Sondang Samosir dengan IPK 3,67 dari peminatan Jurnalistik. Selain mahasiswa berprestasi secara akademik, ada mahasiswa berprestasi non akademik Rizqi Mutqiyyah dengan IPK 3,72 dengan total nilai SKPI tertinggi, sebesar 4250.

Bagian menarik dari para wisudawan terbaik tahun ini adalah lantaran mereka menjalani aktivitas kuliah dan pada saat yang sama harus bekerja. Menilik padatnya aktivitas kerja mereka, bukan pekerjaan mudah bagi seorang mahasiswa untuk sekaligus menjalani kuliah. Seperti diceritakan Rizqi Mutqiyyah, ia bekerja sebagai jurnalis di media online Jawa Timur yaitu ngopibareng.id.

“Alhamdulillah seneng dinobatkan menjadi wisudawan terbaik non akademik dengan nilai SKPI tertinggi,” kata Rizqi mahasiswi transfer

Pengalaman yang sama disampaikan Habib Syahrul Asrori, mahasiswa angkatan 2017 peminatan Broadcasting yang bekerja sebagai penyiar DJ FM.

“Senang karena bisa membuktikan pada orangtua kalau aku bisa menyelesaikan kuliah dan menjadi wisudawan terbaik walaupun sambil harus bekerja,” Ucapnya.

Lain cerita dengan Rifkya Xena Aminullah Jr, yang sudah menyiapkan kuliahnya dengan bekerja dua tahun dulu. Saat ini bekerja di JNT sebagai supervisor.

“Aku sih memang sudah bekerja dua tahun sebelum kuliah. Maunya justru agar bisa menabung untuk bisa kuliah. Saat ini aku bekerja di JNT sebagai supervisor, yang tugasnya menaungi staf dalam proses pengiriman sekaligus digital marketing perusahaan,” katanya

Dirinya juga menuturkan bahwa kunci keberhasilannya, dengan pandai membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Serta memanajemen waktu agar tidak tertinggal materi dan tugas kuliah.

“Mesti pandai membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Harus memanajemen waktu sebaik mungkin agar tidak ketinggalan materi perkuliahan dan tugas – tugas kuliah,” tuturnya.

Jelita Sondang Samosir mahasiswa peminatan Jurnalistik, menjelaskan bahwa tidak ada kiat-kiat untuk menjadi wisudawan yang terbaik. Wanita berkacamata ini menegaskan bahwa tanggung jawab dan management waktu sangat penting.

 

“Sebenarnya tidak ada kiat-kiat untuk menjadi wisudawan terbaik. Tanggung jawab dan management waktu sih penting. Selain itu, tidak perlu mematok kepada diri sendiri bahwa kita harus menjadi orang yang berprestasi. Tetapi lakukanlah yang terbaik,” Ungkapnya.

Ketika ditanyai mengenai Wisuda secara hybrid, dia menjelaskan bahwa ini sudah menjadi keputusan dari angkatannya secara daring. Dari pihak kampus sebenarnya juga sudah menawarkan luring atau daring. Kegiatan wisuda kali ini menurutnya lancar dan menyenangkan.

“Dari angkatanku sudah memutuskan bahwa wisuda kali ini secara daring karena alasan lebih murah. Secara offline, dana yang dikeluarkan sebesar 2,7 juta. Sedangkan secara online, dana yang dikeluarkan sebesar 650 ribu. Sebenarnya dari pihak kampus sudah menawarkan luring atau daring. Mengenai kegiatan kali ini lancar dan menyenangkan sekali, karena ada adik temanku yang sedang bermain tiktok dikamera saat wisuda berlangsung,” Pungkasnya.

(N/F:Dae)