actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Diskusi mencari solusi bukan kontroversi
BERITA

Diskusi mencari solusi bukan kontroversi

redaksiBy redaksi2 Juni 2009
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sejumlah Jajaran akademik Stikosa AWS menghadiri diskusi peduli AWS, cari solusi bukan kontroversi di ruang IV (28/05).acara ini juga di hadiri 40 mahasiswa serta beberapa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa stikosa AWS.

Diskusi ini merupakan kelanjutan dari lomba essai dan poster mencari solusi bukan kontroversi.diawali dengan sambutan dari fransiskus freddy selaku presiden BEM dan dilanjutkan sambutan dari ketua Stikosa AWS zainal Arifin emka.
“Kita seharusnya peka dalam melihat kondisi stikosa aws saat ini,”ucap freddy dalam sambutannya. Mari kita belajar bersama untuk budaya yang lebih baik tegas pria berkacamata ini.

Sebelum dimulai diskusi suprihatin selaku juri membacakan kriteria dari lomba poenulisan essai dan poster.yang antara lain didasarkan pada maksud dan tujuan dari si penulis dalam menyampaikan pesan yang terkandung pada essainya. Sedangkan untuk penilaian kriteria poster antara lain di lihat dari pemilihan font(huruf), foto yang mendukung serta penilaian kreatifitas dan design dari poster itu sendiri.

Usai pembacaan kriteria lomba tersebut diskusi antara mahasiswa dan jajaran akademik di mulai. Pertanyaan seputar kebijakan akademik, pembangunan sekretariat, serta aliran dana yang tidak jelas dari pihak akademik ke ormawa terjawab pada diskusi kali ini.

Pada puncak acara ini panitia lomba essai dan poster mengumumkan Risky sekar afrisia keluar sebagai juara I lomba essai dan Andrian saputri dengan essainya yang berjudul memberangus dosen konservatif meraih juara II. sedangkan untuk lomba poster pemenang juara I di raih oleh Yasir Ar raviri dan pemenang juara II oleh Reza Nur masyah imam putra. Dengan total hadiah uang tunai sebesar 800 ribu rupiah.
(naskah: Dhimas / Foto :Dok )

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.