Dibalik Kemelut Pelantikan BEM Periode 2020/2021

Actasurya.com – Jika bulan lalu pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stikosa AWS sempat tertunda, akibat Surat Keputusan (SK) yang tidak segera ditanda tangani oleh Prida Ariani Ambar Astuti selaku Ketua kampus wartawan di Surabaya. Kini organisasi tertinggi di kampus tersebut sudah dilantik pada Rabu, 7 April 2021.

Pelantikan akhirnya dilaksanakan secara daring melalui Google meet. Sebelum Pelantikan BEM ada kegaduhan dikalangan Organisasi mahasiswa (Ormawa) yaitu tentang Draft Standarisasi organisasi mahasiswa.

Selain itu, syarat pelantikan Presiden BEM juga harus menandatangani pakta integritas sebuah peraturan yang disodorkan oleh pihak Akademik yang harus ditaati Presiden BEM yang baru.

Reporter Acta Surya mencoba mempertanyakan kepada Presiden Bem periode 2020/2021 yang baru dilantik yakni Inanda A’isa Mauiliddia melalui pesan WhatsApp.

Saat dihubungi oleh awak Acta Surya, wanita berhijab ini menjelaskan jika pakta integritas dengan buku panduan atau lebih dikenal sebagai standarisasi organisasi adalah dua hal yang jelas sangat berbeda.

“Sejauh pembahasan ku dengan akademik kemarin, pihak akademik menyatakan bahwa pakta integritas itu berbeda dengan standarisasi organisasi yang saat ini sedang hangat dibicarakan,” jelas Inanda.

“Pakta Integritas itu sendiri fungsinya sebagai komitmenku saat menjabat sebagai presiden BEM, terus yang menyepakati adanya peraturan standarisasi organisasi itu bukan aku,” imbuhnya.

Selain itu, disela-sela wawancara wanita sapaan akrab Hahok ini juga mengungkapkan jika  sempat bingung karena diwajibkan untuk menyepakati pakta integritas oleh pihak akademik.

“Sebenarnya sedikit rancu saat mengenal pakta integritas, namun sudah terjawab katanya pihak akademik ingin memperjelas secara komitmen dan aktualisasi. Nggak jauh beda memang pakta integritas dari tahun-tahun sebelumnya tapi karena kondisi saat ini jadinya dijelaskan lewat tertulis,” bebernya.

Pihak reporter Acta Surya juga sempat menyinggung apakah standarisasi organisasi tersebut jadi dijalankan, Inanda menyampaikan bahwasanya bakal ada dan akan dibahas oleh akademik.

“Pasti ada dan saya mengutip dari sambutan Ketua Aws, cuma teman-teman dan terutama BEM bagaimana cara menyikapi dengan baik perihal peraturan tersebut. Karena menurutku peraturan itu ada nggak mungkin akademik merubah tanpanya pertimbangan hal yang buruk untuk Stikosa AWS sama halnya dengan mahasiswa tidak akan menolak mentah-mentah tanpa adanya perubahan,” Tuturnya

“Terus dari aku nggak bisa antara menyetujui atau tidak menyetujui, karena bagiku keputusan tetap ada di ketua cuma aku harus menjembatani antara kedua belah pihak antara mahasiswa dan akademik,” tambahnya

Karena standarisasi organisasi juga sampai saat ini belum disosialisasikan kepada mahasiswa yang mengikuti organisasi. Maka pihak reporter mencoba menghubungi Athok Murthado selaku Koordinator Pusat Pengembangan Karier

Namun, saat dikonfirmasi terkait sosialisasi standarisasi organisasi ia mengatakan jika tidak ada standarisasi organisasi dan tidak ada sosialisasi.

“Beda standarisasi beda buku panduan,” jelasnya.

Saat mencoba dihubungi lagi Athok Murthado tidak mau menjawab dan hanya mengabaikan pesan dari reporter Acta Surya. Agar tidak menimbulkan kesalah pahaman akhirnya kami mencoba menghubungi kembali Presiden BEM. Ia menjelaskan bahwa hanya perbedaan penggunaan bahasa.

“Mungkin hanya perbedaan penggunaan bahasa,” Telaah inanda.

Menanggapi Fakta integritas yang ditunjukan kepada Presiden BEM menimbulkan perspektif dari setiap Ormawa. Salah satunya Haludy Sofie, Ketua Umum AWS Tv menungkapkan bahwa keputusan yang PresBEM ambil sudah melalui forum dengan para Ketum Ormawa dan yang menjadi gerbang utama agar bisa berkegiatan kembali adalah Presiden BEM beserta jajarannya dilantik terlebih dahulu.

“Para ormawa juga itu pengin bisa berkegiatan lagi, dengan cara Inanda segera di lantik,” ungkapnya

Tak hanya itu, Haludy sapaan akrabnya, berharap agar Standarisasi organisasi mahasiswa bisa segera diselesaikan melalui Musyawarah dengan BEM dan Ormawa, karena yang akan berdampak jika draft tersebut disahkan adalah Ormawa yang ada di Lingkup Stikosa AWS.

“Semoga standarisasinya sih bisa diselesaikan bersama sih, apalagi kan ormawa yang bakal terdampak berharap akademik bisa memahami apa yg diinginkan ormawa aja sih,” Harapnya (N/F : Ayy, Ala)