Cukup dimengerti, Tapi tak Terealisasi

Suasana Pendopo Stikosa-AWS setelah mata kuliah berakhir, Selasa (17/3).

Actasurya.com – Setelah diumumkannya Social Distancing oleh Presiden dan Gubernur Jatim pada minggu (15/3). Membuat warga Indonesia membatasi kegiatannya mulai dari belajar mengajar, bekerja, dan beraktifitas di luar rumah.

Tak hanya itu, pihak Stikosa sendiri memposting point-point Social Distancing melalui media Instragamnya pada Senin (16/03). Dari postingan tersebut, sempat membuat mahasiswa merasa himbauan tersebut akan segera terlaksana.

Namun, pada kenyataannya postingan tersebut cukup hanya dimengerti dan tak diterapkan. Hal itu berdasar keputusan hasil rapat senin (16/3), dimana pihak akademik beserta yayasan memberikan keputusan. Bahwa proses belajar mengajar di kampus masih berlangsung.

Hal ini diperkuat, dengan menyebarnya surat edaran yang dibagikan pada grup whatsapp. Surat edaran yang berisi delapan poin ini lebih menekankan untuk menjaga diri masing-masing dengan selalu memperhatikan kebersihan dan kesehatan.

” Maaf ya untuk semuanya jika keputusan tidak bisa memuaskan semua pihak, ” ujar ketua pada grub whatsapp saat mengirim surat edaran kewaspadaan dan pencegahan berkembangnya covid-19 di lingkungan kampus Stikosa-AWS.

Surat Edaran kewaspadaan dan pencegahan berkembangnya Covid-19 yang dikeluarkan oleh Kampus Stikosa-AWS, Selasa (17/03).

Meski begitu, dalam surat edaran tersebut. Pihak kampus akan menyediakan fasilitas untuk mencegah penyebaran virus. Seperti menempatkan handsanitizers per tiap ruangan dan toilet.

Walau demikian, wakil ketua 3 Stikosa AWS, Suprihatin melakukan sebaliknya. lebih memilih perkuliahan melalui daring seperti yang dilakukannya pada hari senin (16/3). Hal ini dilakukan berdasarkan inisiatifnya.

” Untuk matakuliah saya, saya berinisiatif untuk mengalihkan pada perkuliahan daring, ” tulisnya pada pesan whatsapp saat dimintai keterangan mengenai pencegahan terhadap virus covid-19 ini. (N/F: add)