actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»BEM Stikosa AWS Alami Krisis Kepemimpinan
BERITA

BEM Stikosa AWS Alami Krisis Kepemimpinan

redaksiBy redaksi29 Juni 2012
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Actasurya.com – Kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa kembali menjadi sorotan setelah presiden BEM yang kini dijabat Marga Bagus Santoso dianggap kurang profesional akan tanggung jawabnya, sehingga membuat BEM  mengalami krisis kepemimipinan. Setelah hampir berjalan  2,5 bulan masa  jabatan, presiden BEM hanya  sering menampakkan diri hanya waktu tertentu saja, terutama acara-acara BEM sendiri.
         Hal itu pun diakui Marga Bagus Santoso. “ Saat ini kondisinya memang sulit bagi saya, dikarenakan kegiatan di luar BEM yang sangat padat ditambah lagi menjadi presiden BEM tidaklah mudah. Jadi, mau tidak mau aku harus benar-benar membagi waktu,” ungkapnya, Jum’at (22/6).

            Dapat terlihat selama bulan ini pihak yang aktif dalam melakoni kinerja BEM bisa dihitung jari. Hingga muncul anggapan bahwa BEM berjalan dengan sebelah kaki.“ Kalau dibilang sengaja menyibukkan diri di luar BEM bisa, karena saya ingin sekali memandirikan anak buah saya. Jika terus-terusan saya timang mereka tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa saya. Jadi saya harus benar-benar melatih mereka supaya mandiri,”tambahnya.

            Faktor komunikasi juga turut menjadi permasalahan. Mahasiswa ekstension ini mengakui, terjadi kesenjangan komunikasi antara anggotanya. Seperti halnya, dirinya dengan  Sekretaris Jenderal BEM yang terkadang melakukan pengambilan keputusan secara sepihak.

Meski demikian,  kondisi tersebut justru mendapatkan tanggapan dingin dari salah satu anggota BEM.“ Saya sangat memaklumi jika presiden BEM mengurangi loyalitasnya dan kinerjanya pada BEM. Karena saya tahu dia mengikuti beberapa organisasi di luar BEM dan sibuk dengan perkerjaannya, “ ujar Wina sekretaris BEM. N : Sulis/dok. Acta Surya

            

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.