Belajar Bahasa Inggris, dalam Hadapi MEA

actasurya.com – Tahun 2016 mendatang, penduduk Indonesia akan mengahadapi tantangan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).  Hal ini berarti semua negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara menerapkan sistem perdagangan bebas, terutama anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).  Di beberapa negara ASEAN, istilah MEA biasanya disebut ASEAN Economic Community (AEC).

Untuk menyikapi hal ini, Public Relation Community (PRC) Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) menggelar acara yang bertajuk ASEAN Economy Community. Kegiatan ini diadakan pada Kamis (03/12).

Bertempat di ruang 2 Stikosa-AWS, acara dimulai pukul 15.00 WIB. Event ini  merupakan perdana yang digagas anggota baru PRC angkatan 2015. Turut hadir pula, Sirikit Syah selaku PK3, beberapa perwakilan ormawa serta mahasiswa ikut meramaikan acara tersebut.

Acara ini bertujuan  untuk menyadarkan mahasiswa akan pentingnya mempelajari bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang harus dikuasai dalam menghadapi tantangan MEA.

Di Indonesia sendiri, penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari masih sangat minim. Hal ini dikarenakan kurangnya minat masyarakat khususnya mahasiswa untuk mempelajari bahasa Inggris. Berlatar belakang hal tersebut, PRC mengadakan acara ini.

Dalam acara yang digelar selama 2 jam, pembahasan materi lebih ke arah tanya jawab  antara pemateri dengan peserta. Hal ini tentu membuat peserta lebih antusias untuk belajar bahasa Inggris. Peserta juga diajarkan cara pengucapan serta diberi tips-tips belajar bahasa Inggris secara cepat.

Nendi, salah satu peserta mengungkapkan jika acara ini sangat berguna baginya. Mahasiswa semester 1 Stikosa-AWS ini juga berharap agar ditahun mendatang, acara seperti ini dapat terselenggara kembali, tentunya dengan pemateri yang berkualitas lainnya.

Ditemui usai berlangsungnya acara, Nurul Annisa, Ketua Pelaksana juga mengungkapkan harapan untuk kedepannya. “Saya berharap dengan acara ini  mahasiswa Stikosa-AWS menjadi lebih sadar dalam menghadapi tantangan MEA yang tahun depan akan datang, supaya kedepannya mahasiswa Stikosa-AWS menjadi orang yang berkualitas,” ungkap remaja yang biasa akrab disapa Caca ini.(N/F : Paulus/Dewid)