AWS Peduli Dampak Covid-19

Pengemasan sembako dari hasil donasi AWS Peduli Covid-19 ” Bersama Peduli Sesama”, di Pendopo Stikosa-AWS, Kamis (14/5). Bantuan berupa sembako dan uang tunai dibagikan kepada mahasiswa serta masyarakat sekitar kampus yang membutuhkan.

Actasurya.com – Di tengah mewabahnya Covid-19 yang tak kunjung mereda, sejumlah kalangan tergerak turut membantu meringankan beban masyarakat. Seperti halnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stikosa-AWS, bersama mahasiswa lainnya.

Demi menyukseskan kegiatannya, mereka membuka donasi untuk umum, bagi yang ingin menyumbangkan sebagian rezeki dalam acara tersebut. Kamis (14/5).

Kegiatan sosial bertajuk “Bersama Membantu Sesama” ini, bertujuan untuk membantu meringankan masyarakat yang terdampak ekonominya. Terlebih, sejak himbauan dari pemerintah untuk bekerja dari rumah, membuat banyak pekerja kehilangan mata pencahariannya.

Meski kini, Surabaya telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun tak menyulutkan niat mereka untuk tetap menggelar acara bantuan sosial tersebut. Sebelum kegiatan terlaksana, Alifia Widya Febbyani, selaku penggagas bakti sosial menjelaskan, pembahasan sudah dimulai dari 24 April lalu.

“Saat itu mulai ngobrolin sih, apa yang bisa dilakukan dikeadaan saat ini. Akhirnya nemu gagasan ini, kita mulai buat proposal dan jalankan regulasi lainnya,” jelas Alifia.

Walau begitu, Alif bersama teman-teman BEM sempat mendapat kesusahan untuk meminjam ruangan sebagai posko. Pihak akademik kemudian memperbolehkan menggelar acara tersebut di kampus. Namun, tetap menerapkan protokol Covid-19 dan tetap melakukan physical distancing.

“Proses pembagian sembako dari hasil donasi AWS Peduli Lawan Covid-19 “Bersama Peduli Sesama”, Surabaya, Kamis (14/5). Selain mahasiswa, bantuan juga diberikan kepada tukang becak, penambal ban, dll.”

“Akademik menyarankan agar tidak banyak yang datang, dari BEM juga menyediakan sabun cuci tangan, dan pendopo sebagai tempat kumpul kita juga sudah disemprot disinfektan terlebih dulu,” ucap perempuan berambut keriting itu.

Dalam pembagian donasi, BEM juga mengajak perwakilan organisasi mahasiswa untuk mengantar donasi berupa kebutuhan pokok tersebut. Penyebaran dibagi beberapa wilayah, diantaranya kawasan Ngagel, Semampir dan seputaran kampus. Tak hanya itu, mahasiswa sendiri juga mendapatkan bantuan dana tambahan uang tunai senilai 50ribu.

“Pembagian sembako ke masyarakat random, tadi juga sempat diarahkan untuk mengutamakan tukang becak, penambal ban, dan tukang bersih jalanan,” katanya.

Menurut Siti Jamilah sebagai salah satu mahasiswa penerima donasi, adanya kegiatan yang dilakukan BEM dan teman-teman mahasiswa Stikosa-AWS ini dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi yang serba sulit. (N/F: Frs)