actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Asean Korea Festival 2013 Untuk Indonesia
BERITA

Asean Korea Festival 2013 Untuk Indonesia

redaksiBy redaksi11 Maret 2013
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Menandai 40 tahun hubungan diplomatik antara Replubik Korea Selatan dan Indonesia, Asean Korea Centre bekerjasama dengan Kedutaan Besar Korea Selatan untuk Indonesia. Didukung Pemerintah Kota Surabaya mengadakan festival pertunjukan seni musik dan tari di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Minggu (10/3).

Sekitar 40 seniman Korea Selatan yang bergabung dalam “The National Centre for Korean Tradisional Performing Arts-NCKTPA” menunjukan kebolehannya. Di antaranya tarian tradisional Korea, tarian neo-tradisional, pertunjukan musik rakyat dan tradisional, serta chamber musik yang memukau lengkap dengan balutan Hangbok (Pakaian tradisional Korea).

“Acara ini untuk memperlihatkan pada warga Indonesia tentang budaya asli Korea yang begitu beragam. Dan kenapa Surabaya dipilih, karena Surabaya dan kota Bussan di Korea adalah ‘Sister City’,” kata Dong Hwan Kim, perwakilan warga asli Korea Selatan.

Beragam tari dan musik yang ditampilkan malam itu sukses memukau para undangan. Di antaranya lagu yang berjudul Gyeong-Gi-Min-Yo. Lagu tradisional dengan tarian khas yang mewakili daerah Korea Tenggara. Dan di akhir acara ditutup oleh pertunjukan tari kipas yang berhasil menarik antusias undangan.

“Di Korea banyak musik dan tari tradisional seperti di pedesaan, dan acara ini benar-benar memukau. Yang paling berkesan adalah tari kipas tadi,” ujar Ryza salah seorang mahasiswa Unversitas Surabaya.

Selain tari dan musik Korea Selatan, acara yang bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan, arus penanaman modal, pariwisata dan pertukaran budaya. Tidak kalah dengan Korea Selatan yang menunjukkan kemampuannya, Surabaya juga menampilkan tari dan musik tradisional yang bertajuk “Gebyar Surabaya-ku” yaitu Reog Remo, Sparkling Surabaya, Lenggang Surabaya dengan iringan gemelan.

naskah : Aissah Vara | foto : Gilang Budi Raharja

acta surya Asean Festival gaya hidup Korea Mahasiswa Pers seni budaya Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.