Actasurya.com – Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Perguruan Tinggi (PDDIKTI). Kekosongan data Meithiana Indrasari sebagai Ketua di Stikosa AWS dipertanyakan. Bukan hanya itu alasan mengenai ketua yang dipilih dari luar Kampus Biru menjadi satu hal yang harus dikonfirmasi oleh pihak terkait.

Reporter Acta Surya langsung mencari data ke Lembaga Layanan Pendidikan Perguruan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII. Masyudi Hendra Kurniawan, Bagian Kepegawaian menuturkan bahwa Meithiana Indrasari adalah dosen non Pegawai Negri Sipil (PNS). Ketika pimpinan PTS yang berasal dari dosen non PTS maka akan kembali ke statuta perguruan tinggi itu.

“Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) selain dosen pns makan mengikuti statuta pts yang bersangkutan,” Kata Masyudi.

Tanggapan YPW-JT

Saat ditemui secara langsung di ruang yayasan, Imawan Mashuri selaku ketua Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJT) menjawab bahwa mereka (yayasan) belum melihat data di Dikti mengenai status Meithiana Indrasari sebagai Ketua Kampus Pencetak Wartawan ini.

“Kita pun belum melihat data di Dikti tersebut. Seperti yang anda tau sendiri bahwa Bu Mei adalah sebagai Ketua Stikosa AWS,” Ucap Imawan

Sedangkan terkait pemilihan ketua yang dari luar Stikosa AWS, Imawan Mashuri memberikan alasan mengapa tidak memilih Ketua dari dalam Stikosa AWS. Karena di dalam kampus kita ini tidak ada yang mampu ‘menyuntik’.

“Kenyataannya tidak ada orang yang pantas dari dalam kampus kita sendiri. Kalau kita merekrut orang dari luar apakah tidak boleh. Disini tidak ada yang bisa ‘menyuntik’ dan kita membutuhkan orang yang bisa ‘menyuntik’ tersebut,” Ungkapnya.

Pria berkumis ini membeberkan bahwa seleksi sebenarnya ada dua, yakni seleksi internal dan eksternal. Yayasan memilih seleksi secara internal, karena tidak membuka untuk umum yang memerlukan panitia seleksi selama tiga bulan.

Pada Statuta bab X pasal 41 ayat 3 menyebutkan bahwa “apabila diperlukan membentuk panitia seleksi”. Selain itu, jika dibentuk panitia seleksi tidak akan cukup karena ada beberapa agenda Stikosa AWS ke depan.

“Seleksi itu ada dua seleksi internal dan eksternal, kalau eksternal dibuka untuk umum dan memerlukan waktu tiga bulan untuk membentuk panitia seleksi. Waktu tersebut bertabrakan dengan agenda kita seperti dies natalis dan wisuda dari Stikosa AWS sendiri. Oleh karena itu, kita melakukannya dengan seleksi internal. Di statuta juga tertulis di bab X pasal 41 ayat 3,” Bebernya.

Sekretaris Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPW-JT), Erfandi Putra menuturkan bahwa Meithiana Indrasari juga mengikuti seleksi. Pada awalnya, ada dua kandidat untuk menjadi ketua Stikosa AWS yaitu Wakil Rektor 4 Unitomo, Meithiana Indrasari dan Mantan Rektor Universitas Merdeka Surabaya, Bachtiar Yusuf Helmi. Yang akhirnya terpilihlah Meithiana sebagai ketua. Pemaparan visi misi di dinas Kominfo juga ada dan tercantum dalam berita acara.

“Bu Mei itu juga mengikuti seleksi. Kandidatnya itu sebenarnya bukan hanya Bu Mei masih ada Mantan Rektor Universitas Merdeka Surabaya, Pak Bachtiar. Namun yang terpilih akhirnya Bu Mei. Pemaparan visi misi di dinas Kominfo juga tercantum didalam berita acara juga. Oleh karena itu Bu Mei juga melewati seleksi,” Tuturnya.

Imawan juga menambahkan pernyataan dari Erfandi, bahwa didalam statuta bab X pasal 41 ayat 1 berbunyi “YPWJT berhak untuk mengangkat dan memberhentikan ketua”. Baru ke ayat 3 yang berbunyi “apabila diperlukan membentuk panitia seleksi”. Hal ini menunjukkan sudah sesuai statuta mengenai pemilihan Meithiana sebagai ketua Stikosa AWS.

“Berdasarkan statuta bab X pasal 41 ayat 1 sudah dijelaskan bahwa YPWJT berhak untuk mengangkat dan memberhentikan ketua.(titik). Setelah itu baru ke ayat 3 berdasarkan statuta. Kami tidak akan berani melakukannya jika tidak sesuai statuta,” Tegas pria berkacamata ini.

Tanggapan Ketua Stikosa-AWS

Ketua Stikosa-AWS Meithiana Indrasari mengungkapkan, bahwa dirinya tidak mengetahui pasti kapan yayasan telah mengirim surat mengenai jabatan ketuanya ke Dikti. Sedangkan terkait dirinya yang menjabat sebagai ketua, sekaligus dosen FEB di Universitas Dr. Soetomo Surabaya merupakan kesepakatan awal dadi YPWJT dan Yayasan Pendidikan Cendikia Utama (YPCU).

“Saya tidak mengetahui kapan yayasan mengirim surat ke Dikti. Tapi yang pasti surat itu sudah diberikan kepada Dikti. Dan terkait jabatan ketua dan dosen itu sudah menjadi kesepakatan awal dari YPWJT dan YPCU,” Ujarnya.

Tanggapan Zainal Arifin Emka

Zainal Arifin Emka yang pernah menjabat sebagai, Ketua Stikosa AWS pada periode 2007-2011. Berpendapat mengenai ketua Stikosa AWS, yang berasal dari luar bukan hanya kali ini saja. Semua alumni Stikosa pun belum tentu benar dan berbakti kepada Stikosa. Ketua bukan dilihat dari mana asalnya tapi dilihat bagaimana kinerja kedepannya.

“Menurut hemat saya tidak masalah. Ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya ada Suprawoto dan Nadim Zuhdi. Mereka berdedikasi. Apakah semua alumni berbakti dengan baik dan benar pada Stikosa? Terbukti tidak. Sebaiknya kita lihat kinerjanya. Bukan dari mana asalnya,”Pungkasnya.

(N/F:Dae)