Ajak Warga Berbelanja di Toko Kelontong dalam Festival Rujak Uleg

actasurya.com – Dinas Perdagangan Kota Surabaya memanfaatkan momen Festival Rujak Uleg yang dilaksananakan setiap tahun di Surabaya, sebagai sarana sosialisasi kepada warga Surabaya untuk berbelanja di toko kelontong. Pasalnya, menurut catatan DPRD Kota Surabaya, tak sedikit diantaranya sampai gulung tikar, seiring menjamurnya minimarket di Surabaya pada 2004-2009 lalu.

Merespon banyaknya toko kelontong yang gulung tikar pasca menjamurnya mini market di Surabaya pada 2004-2009 lalu, Dinas Perdagangan Kota Surabaya menampilkan kostum berwujud karung beras setinggi ukuran laki-laki dewasa dengan bagian punggung bertuliskan gula manis semanis kamu asli Surabaya, dalam festival rujak uleg di sepanjang Jalan Kya-Kya Kembang Jepun, kemarin (14/05). Menempati stand nomor 016, selain membagikan rujak gratis, secara tersirat Dinas Perdagangan Kota Surabaya pun membagikan informasi sekaligus ajakan kepada warga Surabaya yang hadir dalam festival tersebut untuk berbelanja di toko kelontong.

Kostum Dinas Perdagangan Kota Surabaya dalam Festival Rujak Uleg. Jalan Kya-kya Kembang Jepun, Surabaya.
Dokumentasi jpnn.com

“Konsep dari stand kami adalah mengajak warga Surabaya untuk berbelanja di toko kelontong. Karena semakin maraknya mini market yang ada, toko kelontong semakin ditinggalkan. Dari segi harga kami usahakan agar toko kelontong dapat bersaing dengan mart-mart yang ada,” tutur Bagus Prihartanto, pegawai Dinas Perdagangan Kota Surabaya yang memakai kostum karung beras di Festival Rujak Ulek.

Salah satu warga Surabaya yang hadir dalam festival tersebut menyatakan bahwa sosialisasi untuk berbelanja di toko kelontong adalah baik, namun terkadang perlu juga berbelanja di mini market atau toko-toko yang berada di mall karena pilihannya lebih banyak. Selain berbelanja, juga sekaligus jalan-jalan dan cuci mata.

“Saya sih kadang berbelanja di toko kelontong, karena kalau belanja di mini market atau mall gitu kan banyak pilihannya, bisa sambil jalan-jalan sambil cuci mata juga. Kalau di toko kelontong kan ya gitu aja, mau beli apa ya langsung beli itu aja,” ujar Evie Silvia, warga Surabaya, Kecamatan Tambak Sari. Hari itu ia berkunjung ke Festival Rujak Uleg bersama anak ketiganya untuk sekedar berjalan-jalan dan berburu rujak ulek. (N/F : Titis)