actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Acta Surya Gelar Diskusi ’Jurnalisme Perspektif Gender’
BERITA

Acta Surya Gelar Diskusi ’Jurnalisme Perspektif Gender’

redaksiBy redaksi27 April 2012
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

          Actasurya.com-Kamis (26/5) Acta Surya menggelar diskusi publik yang bertemakan ‘Jurnalisme Perspektif Gender’ di ruang Seminar, Stikosa AWS. Diskusi yang dihadiri beberapa delegasi Lembaga Pers Mahasiswa  se-Surabaya ini disampaikan oleh koordinator divisi perempuan AJI Indonesia yang juga alumni Stikosa – AWS Rachmawati Alida Bahaweres, dan pengamat media sekaligus dosen Stikosa AWS Suprihatin.


Jurnalisme prespektif gender sendiri merupakan pemberitaan yang secara konten  tidak mengandung bias gender. Dalam dunia jurnalistik sering kita jumpai berbagai macam tayangan televisi atau pemberitaan di media cetak yang merugikan kaum perempuan. “ Media sangat memberikan porsi yang besar untuk masalah yang berhubungan dengan kejahatan pada wanita, dan itu sebenarnya sangat merugikan. Apalagi dengan pemberitaan yang biasanya selalu menyalahkan kaum wanita dalam hal tersebut,“terang Rachmawati Alida Bahaweres saat memberi materi.


Sedangkan pemateri lain, Suprihatin dengan materinya‘Jurnalistik Sensitif Gender’ atau praktik jurnalistik yang selalu menginformasikan atau bahkan mempermasalahkan dan menggugat secara terus menerus, baik dalam media cetak maupun media elektronik adanya hubungan yang tidak setara atau ketimpangan relasi antara laki-laki dan perempuan.


Di sisi lain, terkait terselenggaranya diskusi publik, menurut ketua pelaksana Ayu Puspitaningtyas mengutarakan, keperihatinannya terhadap dunia yang selalu memiliki batas antara wanita dan laki – laki. “ Saya berharap dengan adanya diskusi publik ini, kita dapat mengetahui bagaimana kita harus bersikap dalam dunia yang semakin membatasi aktifitas kita sebagai kaum hawa “ ungkap mahasiswa Stikosa – AWS semester dua ini. N/F : Vara/Sulis

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.