actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»600 Peserta Meriahkan Jambore Sepeda Ontel
BERITA

600 Peserta Meriahkan Jambore Sepeda Ontel

redaksiBy redaksi2 Juni 2014
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721, komunitas sepeda ontel kuno menggelar Jambore Sepeda Ontel se-Jawa Timur, Minggu (1/6). Acara ini diikuti sekitar 600 peserta, mulai dari kota Surabaya, Mojokerto, Jombang hingga Kertosono, yang memenuhi sepanjang jalan Gelora Sepuluh November.

“Selain untuk memperingati ulang tahun Surabaya, acara ini bertujuan melestarikan sejarah sepeda ontel, agar para remaja saat ini tidak melupakannya,” jelas Gusti, Ketua Pelaksana.

Setiap tahun komunitas ini mengusung konsep yang berbeda. Jika sebelumnya mengangkat tema pahlawan, tahun ini mereka memilih memperkenalkan sepeda ontel kuno sebagai konsep utama.

Selain itu, kreatifitas yang ditampilkan para peserta Jambore juga tak kalah menarik, mulai dari berkostum perjuangan, mengusung adat Papua hingga bernuansa horor. “Dengan berkostum seperti ini, saya dan kawan-kawan menggambarkan suasana jaman dulu, ketika berjuang mempertaruhkan nyawa demi bangsa,” ujar Deni, Ketua Komunitas Paksakera.

Di samping itu, dalam acara tersebut juga terdapat pameran foto, senjata tua dan motor tua, yang digunakan semasa penjajahan. “Acara ini memang bagus untuk generasi muda, agar tidak buta akan sejarah,” tutur Muklis, warga Surabaya.

naskah: Lutfi Aminudin | foto: Wisnu Priyo

Jambore Sepeda Ontel Lembaga Pers Mahasiswa Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.