actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»2 X 24 Jam Untuk Pemecatan PK III
BERITA

2 X 24 Jam Untuk Pemecatan PK III

redaksiBy redaksi27 Oktober 2014
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Lanjutan aksi protes dilayangkan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi-Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-aws) untuk memecat atau mengeluarkan Pembantu Ketua (PK) III Wibawanti Ratna Aminah dari kampus. Aksi dilakukan dengan penyegelan gedung akademik dan membuat aktivitas kampus lumpuh total.

Ujian Tengah Semester (UTS) yang seharusnya digelar mulai hari ini ditiadakan karena mahasiswa lintas angkatan dari 2009 hingga 2014 melarang seluruh pegawai dan staf pengajar Stikosa-aws untuk memasuki lingkungan kampus.

Mengusung gerakan BUBAR (Budal Bareng), acara ini juga menyuguhkan teatrikal yang mencerminkan bagaimana Ratna Aminah selama memimpin. Aksi yang diberi nama AWS Sirna (Usir Ratna) ini merupakan tindaklanjut dari aksi mahasiswa sebelumnya, mereka tidak puas dengan keputusan pihak kampus yang tidak memecat Ratna Aminah dan tetap mempertahankan sebagai dosen.

“Aksi ini sudah dimulai dari dua minggu sebelumya dengan aksi simpatik, namun tuntutan kami tak dipenuhi oleh Akademik. Kami juga menganggap Ratna Aminah selaku PKIII nihil prestasi, dan tak bekerja apa-apa,” kata Hendriansyah selaku Koordinator Aksi.

Pria dengan sapaan akrab Cacing ini menambahkan, pihak kampus dan YPWJT (Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur) terkesan melindungi PKIII. “Mahasiswa menuntut agar Ratna Aminah dinonaktifkan secara permanen dari jabatan akademik dan segala aktivitas pengajaran di Stikosa-AWS dan mengembalikan semua hak mahasisiwa yang dirampas selama ini,”.

Selain itu mahasiswa meminta kejelasan dana kegiatan mahasiswa yang dipotong secara sepihak oleh PKIII. “Contohnya seperti dana untuk ormawa tiap tahun yang semula Rp 6,5 juta menjadi 4 juta per tahun dan dana untuk  OPSPEK yang awalnya Rp 48 juta jadi Rp 3 juta,” tutup Hendriansyah.

Mahasiswa juga mengancam akan terus melakukan aksi ini sampai pihak YPWJT memenuhi tuntutan mereka. Selama aspirasinya belum dipenuhi karyawan dan Dosen tidak diizinkan masuk ke area kampus.

Setelah melakukan aksi, akhirnya pihak YPWJT bersedia menemui perwakilan mahasiswa untuk berdialog. Mediasi berlangsung selama 1 jam, namun mediasi gagal menemui titik temu karena YPWJT tidak mau memecat dan hanya menonaktifkan Ratna Aminah dari PKIII menjadi dosen biasa.”Pemecatan Ratna Aminah tidak dilaksanakan melainkan hanya menonaktifkan dari PK III menjadi dosen biasa, karena kalau memecat akan memutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ucap Dhimam Abror, Ketua harian YPWJT.

Mahasiswa akhirnya memberikan waktu selama 2 kali 24 jam untuk YPWJT agar memecat Ratna Aminah, dan hingga tuntutan itu belum juga dikabulkan maka aksi pemboikotan kampus ini akan tetap berlangsung.

Naskah & Foto : Wisnu Priyo

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.