actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Tambah Wawasan dengan Diskusi “Menjadi Jurnalis Kriminal”
BERITA

Tambah Wawasan dengan Diskusi “Menjadi Jurnalis Kriminal”

redaksiBy redaksi1 April 2016
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Klub Jurnalistik yang didukung oleh IKA Stikosa-AWS dan IndonesiaImages.net menghelat acara rasan-rasan serius “Menjadi Jurnalis Kriminal” pada Jumat (1/4). Acara yang berlangsung dengan wajah-wajah serius juga diselingi candaan ini dimulai pukul 15.00 hingga 17.05. Bertempat di Warung Mbah Cokro, Jl. Raya Prapen,

Panjang Jiwo, Surabaya, diskusi ini menghadirkan pembicara dari Harian Memorandum, Noor Arief Prasetyo.
Hendro D. Laksono, founder Indonesia Images yang juga merupakan penggagas Klub Jurnalistik menjadi moderator dalam acara ini. Audiens yang hadir juga membuat suasana diskusi menjadi lebih hidup dengan berbagi cerita dan pengalaman.

Beberapa kasus di kepolisian menjadi topik hangat yang dibicarakan. Tak luput juga mengenai profesi jurnalisme baik di media televisi maupun media cetak. “Ini kantor koran atau kantor dukun? Kok banyak Kapolsek baru yang datang bawa makanan?” canda Noor Arief ketika menceritakan salah satu pengalamannya. “Menurut saya, menjadi wartawan adalah pekerjaan yang aneh,” tambah laki-laki yang akrab disapa Bandit Memo ini.

Acara rutin ini dihadiri beberapa wartawan dari berbagai media, perwakilan AJI, juga mahasiswa. “Menurut saya dengan diadakannya diskusi ini akan sangat membantu di kalangan mahasiswa maupun wartawan baru,” ungkap Toni, mahasiswa yang pernah berkecimpung di LPM Forma, Unair. “Terutama jurnalis dibidang kriminal pasti identik dengan pembunuhan, penculikan dan tindak kriminal lainnya,” tambah pemuda berusia 25 tahun tersebut. (N/F: Dewid)

diskusi IKA stikosa AWS Indonesia Image jurnalistik kriminal rasan rasan
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.