actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Rayakan Internasional Woman Day Untuk Keadilan dalam Kesetaraan Gender
BERITA

Rayakan Internasional Woman Day Untuk Keadilan dalam Kesetaraan Gender

redaksiBy redaksi11 Maret 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Actasurya.com – Bertepatan dengan peringatan Internasional Woman Day (IWD) atau hari perempuan internasional, Aliansi Gabungan dari mahasiswa, buruh, dan masyarakat melakukan aksi demonstrasi didepan Gedung Grahadi pada Rabu, 8 Maret 2023. Aksi ini mengusung tema Ciptakan Kesetaraan Gender dan Tolak Perpu Cipta Kerja.

Aksi ini di lakukan karena masih terjadi sampai saat ini di Indonesia khususnya perempuan. Mereka masih ada yang dianggap remeh dan di pandang sebelah mata. Bahkan, sampai detik ini pun kasus pelecehan terhadap perempuan masih marak terjadi. Tanpa kita sadari peran perempuan itu sangat penting dalam kehidupan, baik itu rumah tangga , sosial, dan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman, perempuan sekarang memiliki hak atau kedudukan yang hampir setara dengan laki-laki.

Pasalnya jika laki-laki bekerja atau berkarier, maka perempuan pun bisa melakukannya. Bahkan, tidak sedikit juga dari zaman sekarang ini perempuan yang menjadi pemimpin. Tetapi, mereka juga tidak melupakan kewajiban atau kodratnya sebagai perempuan. Mereka tetap bisa membagi waktunya ketika untuk keluarga dan pekerjaannya.

Aliansi Gabungan yang terdiri dari kelompok mahasiswa, buruh, serta dari kelompok masyarakat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jalan Yos Sudarso No. 18 Surabaya, Rabu (8/3/2023)

 

Hal ini juga sependapat dengan salah satu peserta aksi dari mahasiswa yaitu Jaya yang ikut menyuarakan pendapatnya. Dia tidak terima jika perempuan dianggap remeh atau hanya digunakan sebagai alat berpolitik. Menurut mahasiswa tersebut aksi yang telah dilakukan ini sangat benar. Karena goals dari aksi ini menurut sudut pandang mahaiswa sendiri yaitu agar pemerintah bisa mendengar bahwa perempuan harus dibela dan dilindungi.

“Menurut saya dengan pergerakan aksi ini hak perempuan bisa dibela disini,jadi perempuan tidak selamanya jadi alat berpolitikan atau bahkan tidak dianggap sama sekali dan dipandang remeh,” ucap mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma ini.

Salah satu perwakilan dari komunitas pun ikut juga turut memberikan pendapatnya. Dia tidak terima jika perempuan dianggap remeh atau bahkan direndahkan. Jika dalam aksi ini tidak di dengar maka akan melancarkan aksi berikutnya dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi.

“Saya sangat setuju dengan digelar nya aksi ini. Pemerintah akan melihat bahwa perempuan juga punya kebebasan atau hak yang harus di miliki. Kita tidak boleh menganggap rendah atau bahkan meremehkan perempuan. Jika aksi yang telah dilakukan ini tidak didengar maka kita akan melakukan aksi lebih besar lagi,” ujar Hadi salah satu komunitas dari Forum Pekerja Lepas (LPL).

Koordintor Lapangan aksi yakni Siska menjelaskan bahwa aksi ini tidak dilakukan sekali dua kali, namun sering dilakukan dalam rangka memperingati Internasional Woman Day (IWD) atau hari perempuan. Diberlakukannya aksi ini untuk mencapai sebuah goals dari beberapa tuntutan seperti memperjuangkan hak wanita, tolak Perpu cipta kerja dan mendesak Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

“Setiap tanggal 8 Maret ini selalu mengadakan aksi ,karena selain kita memperingati hari Perempuan Nasional, kita juga mempunyai tuntutan – tuntutan yang harus didengar oleh pemerintah. Seperti contoh nya memperjuangan hak wanita, tolak atau cabut perpu cipta kerja dan mendesak PPRT,” pungkasnya.

(N/F: Kun,Rad/Bas)

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.