actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Perhelatan Karya Seni 22 Wanita
BERITA

Perhelatan Karya Seni 22 Wanita

redaksiBy redaksi16 April 2010
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Terinspirasi dari hari kartini, kali ini seniman wanita Indonesia mempersembahkan karyanya. “Woman Artists Carnival” menjadi tema pada pameran yang diselenggarakan di House of Sampoerna dan Orasis Art Gallery. Acara yang dihelat pada 16 April sampai 16 Mei 2010 ini, menampilkan 22 karya seniman wanita. “Karya-karyanya lebih pada dunianya, dunia para wanita,” ujar Agus ‘koecink’ selaku kurator.

Tak hanya karya seni yang mereka tampilkan, demo pembuataan karya pun ikut meramaikan pada pembukaan pameran kali ini. Crysanti Angge dengan karya pemahatannya, Jenny lee dengan patung perempuannya, Millie huang dengan karya lukisan wajannya, dan Miranti Minggar Triliani dengan karya drawingnya.

Dalam pameran seni rupa kali ini, setiap seniman bebas menampilkan karyanya. Baik dalam bentuk lukisan, kriya dan drawing. Disetiap goresan karya seninya ini pun tidak menghilangkan kodratnya sebagai kaum wanita. Ini terlihat dari setiap karya yang masih menggambarkan sisi kewanitaannya. “Walaupun karya seni ini cenderung oleh kaum lelaki, tapi wanita pun juga mampu. Tanpa menghilangkan sisi-sisi wanitanya,” ungkap Natalini sebagai salah satu peserta pameran kali ini.(Naskah: Rosari Y/ Foto: Bagus)

Mahasiswa Pers Surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”

12 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.