Perampingan Struktur, Jadi Awal Kerja Ketua Stikosa-AWS

Actasurya.com – Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS), hari ini menggelar pelantikan ketua baru periode 2019-2023. Acara tersebut dihelat di Ruang Multimedia, Stikosa-AWS. Pada Minggu (27/10/2019).


Dari ke tiga kandidat calon ketua Stikosa-AWS muncullah satu nama, yaitu Prida Ariani Ambar Astuti sebagai ketua AWS yang baru. Terpilihnya Prida sendiri menurut Imawan Mashuri selaku ketua yayasan, waktu pemaparan visi-misi yang dibuat Prida dianggap objektif dan cocok di lingkup Stikosa-AWS.


“Saat pemaparan pun Prida memaparkan lima program kerja yang akan dilakukan dalam empat tahun ke depan. Menurut saya itu sangat tepat dan objektif sekali jika diterapkan disini,” ujar pria berkacamata itu.

Saat di temui awak media Acta Surya di sela-sela makan siang. Guna mengkonfirmasi tentang lima program kerja yang akan dilakukannya selama menjabat. Perempuan berambut pendek itu memberikan gambaran untuk masa kerjanya selama empat tahun ke depan.


“Di hari pertama bekerja dan untuk empat tahun ke depan, saya akan melakukan tranformasi organisasi. Mulai dari pembenahan praturan, statuta, kode etik,” ujarnya.

Ia menambahkan jika yayasan setuju dengan visi-misi yang dibuat. Terutama Stikosa-AWS adalah produknya kurikulum atau pengajaran. “Jadi kedepannya saya berharap yang akan diberikan kepada mahasiswa adalah kurikulum yang relevan dan akurat. Sebab itu adalah hal yang paling utama,” tambahnya.

Serah terima jabatan kepada ketua Stikosa yang baru yaitu Prida Ariani Ambar Astuti, yang akan menjabat pada periode 2019-2023.

Dalam kerjanya, sebagai ketua Stikosa baru. Prida menekankan pada dua hal untuk di evaluasi secara besar-besaran. Yaitu masalah kurikulum serta masalah transformasi organisasi. Karena akan ada dosen dan pegawai yang akan pensiun dua tahun ke depan. Sehingga akan ada restrukturisasi organisasi untuk mencapai tingkat kinerja, daya saing yang tinggi dalam lingkungan dinamis dan kompetitif.

“Saya mendengar karena di Stikosa mau ada Kepala Sub Bagian (KASUBAG). Jadi saya mikirnya buat apa harus ada Kasubag, karena lingkup stikosa ini sangat kecil. Jadi tidak perlu banyak-banyak Kepala Sub Bagian,” tuturnya.

Ia juga menambahkan jika pekerjaan yang dilakukan itu harus se-efektif mungkin. Karena akan menimbulkan kerja yang sesuai dan dinamis. “Di struktur organisasi yang akan ada sedikit perampingan struktual. Karena kita lebih baik bekerja dengan sedikit orang tapi ada hasilnya, daripada bekerja banyak orang tapi tidak efisien,” tegasnya.

Selepas dilantik, Prida langsung menggenjot program-program yang harus ia kerjakan. Jangka paling dekat mingu pertama-kedua ini, ia akan mengkomunikasikan dengan internal kampus. Kemudian minggu ke tiga ia akan melakukan komunikasi kepada mahasiswa. Lalu tindakan selanjutnya, perempuan berkacamata ini akan memikirkan perombakan yang akan dilakukannya.

Prida sendiri akan mengagendakan pertemuan dengan pihak kurikulum, wakil ketua, kemahasiswaan, kaprodi dan dosen. Sebagai solusi mencari kurikulum yang relevan untuk diterapkan di Stikosa-AWS. Prida pun akan membentuk sisi kerjasama dari alumni.

“Untuk sisi kerjasama dari alumni juga mulai dibentuk, yang terakhir adalah sertifikasi profesi. Karena kita berharap mahasiswa lulusan Stikosa-AWS ini, akan lebih matang dalam menghadapi dunia kerja,” ungkapnya.

Berkaca dari kurangnya sosialisasi di kampus, ia akan menjalin hubungan baik dengan para mahasiswa, BEM, hingga ormawa. Dengan melakukan pertemuan dalam kurun waktu minimal satu bulan sekali.

“Karena itu kita akan tau, ada aspirasi apa dibenak mahasiswa Stikosa. Tapi terkadang, pertemuan seperti ini dihindari oleh beberapa dosen. Karena menurut mereka, ini akan menjadi boomerang. Menurutnya mahasiswa akan menyerang ke personal, bukan ke profesionalnya. Itu yang akan kita rubah nantinya,” tuturnya.

Diakhir wawancara, Prida juga menyampaikan harapan besar di masa kepemimpinanya sekarang ini. Ia menekankan adanya setiap komunikasi antar elemen civitas kampus. Agar Stikosa-AWS yang notabennya adalah kampus komunikasi, maka dari itu di tekankan pentingnya komunikasi itu sendiri.

“Jadi itu akan kita jadikan pembelajaran bersama, pentingnya komunikasi yang terjalin. Kita rubah citra itu bersama-sama. Jadi kawal saya ya, kalau saya ada kekeliruan,” pungkasnya sambil tersenyum. (N:F/ Alf,Luq)