Perampingan Jabatan Wakil Ketua Tanpa Disosialisasikan

Actasurya.com – Dalam beberapa tahun kebelakang, Jabatan Wakil Ketua mengalami perubahan yang signifikan. Dimulai kursi Wakil ketua III diisi oleh Suprihatin, kini kosong dan hanya dipenuhi oleh bagian divisi bawahannya. Pun sama halnya dengan Wakil Ketua II yang dulu diduduki oleh Mochammad Djauhari. Yang terakhir pengangkatan Puasini Apriliyantini untuk menduduki kursi Wakil Ketua.

Wakil Ketua III

Koordinator kemahasiwaan Athok Murthado, mengatakan bahwa kemungkinan kursi Wakil Ketua (WaKa) III yang semulai diisi Suprihatin akan diisi lagi pada tahun 2021. Namun hingga dipenghujung tahun 2021, masih saja kosong dan belum ada kandidat yang terlihat. Pria berperawakan tinggi ini menuturkan, sempat ada pilihan kandidat akan tetapi yang bersangkutan menolak karena bentrok dengan program kerja jabatannya.

“Pertama kan mundurnya waka III bu Titin karena jadi kaprodi, lalu wacana nya bu Prida dulu 2021 harus dapat waka III. Sedangkan proses yang terjadi bu Prida mundur 9 Juni. Sepertinya waktu periode bu Prida dulu itu gak menemukan waka III siapa. Yang saya denger sempet di tawarkan ke pak Yokhanan untuk maju menjadi Waka III. Tapi pak Yo menolak dengan alasan program kerjanya yang ada diLPPM masih banyak, jadi yasudah tidak ada kandidat sampai bu Prida mengundurkan diri,” tuturnya

 Selain itu pria yang pernah menjabat sebagai staff diDivisi Komunikasi (DivKom), menceritakan pengalaman pribadinya saat melakukan pengajuan cuti.  Bahwa adanya regulasi baru  yang belum disosialisasikan, membuat dirinya bingung harus mengikuti peraturan yang lama atau baru.

“Saya biasanya ada tanda tangan atasan langsung, dulu bu Titin sebagai waka III. Waktu PLT nya pak Djauhari yang tanda tangan pak Djauhari. Otomatis kan cuti saya itu ditanda tangan oleh wakil ketua kan. Bu Titin juga belum tau kalau struktur nya berubah, terus saya langsung ajukan ke pegawaian tapi diterima. Emang mereka bagian SDM mengakui kalau belum di sosialisasikan masih mengikuti yang lama, dari kita teman-teman karyawan dan dosen itu bingung ngikutin apa,” keluhnya

 Wakil Ketua II

 Selain itu pelengseran wakil ketua II, Mochammad Djauhari secara tiba tiba. Djauhari mengatakan bahwa ia juga kaget dengan adanya surat pelengseran tersebut. Tertulis Pertanggal 28 Juli 2021 Djauhari dinyatakan lengser dari posisinya sebagai wakil ketua II, dan itu pun tidak mencakup SK nya yang lama.

BACA JUGA   Tugas Akhir Semester, Berujung Surat Peringatan

“Tanggal 28 Juli. Pokoknya saya sudah tidak di Waka II dan itupun tidak mencakup SK saya yang lama. SK saya yang lama kan kan mestinya mengingat menimbang memutuskan kan ada,” terangnya

Djauhari juga menambahkan Jika dalam prosedural, semestinya PJS tidak berwenang menurunkan SK pelengseran. Kecuali dia telah ditetapkan sebagai pejabat tetap. Akan tetapi ini hanya sebagai pejabat sementara.

“Kalau dikatakan prosedur, semestinya PJS itu gak berwenang, Karena kan dia hanya meneruskan. Kalau dia diangkat tetap itu punya kebijakan penuh, kalau ini hanya pelaksanaan tugas PLT,” jelasnya

 Wakil Ketua I

 Hal tersebut juga terjadi kepada Puasini Apriliyantini. Dimana sebelumnya April sapaan akrabnya, merupakan ketua Senat Stikosa-AWS. Diketahui April telah diangkat menjadi Wakil ketua mendampingi Ratna Aminah yang saat ini menjabat sebagi pejabat sementara (PJS). Jika diakumulasikan saat ini April memegang dua jabatan yakni menjadi Ketua senat dan wakil ketua.

Pada saat wawancara, ketika ditanya mengenai prosedur diangkatnya April sebagai sebagai Wakil ketua. April enggan untuk buka suara terkait hal tersebut, hingga berita ini diturunkan belum ada transparansi terkait proses pengangkatan April menduduki kursi Wakil Ketua oleh Ratna.

Namun, hingga saat ini tercatat April masih menjabat sebagai ketua senat. Dikarenakan belum adanya pemilihan untuk ketua senat yang baru. Sehingga Ratna belum melepaskan April sebagai ketua senat.

“Kita masih belum melepaskan ketua senat karena kita belum ada pemilihan. Kan itu harus ada proses,” jawab Nana

Nana mengungkapkan alasan belum adanya pemilihan ketua senat. Persyaratan calon ketua senat itu tidak mudah. Dikarenakan harus memiliki perjalanan kerja yang mumpuni.

“Karena ketua senat itu gak gampang, harus memiliki record yang bagus dalam bekerja. Kalau diajak berbicara tentang pendidikan saja tidak mengerti, bagaimana jadi ketua senat,” ujar Nana

(N/F:Shf,Fdf)