actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Mahasiswa Tak Pernah ke Perpustakaan, Ironi Kampus Komunikasi
BERITA

Mahasiswa Tak Pernah ke Perpustakaan, Ironi Kampus Komunikasi

redaksiBy redaksi9 Januari 2012
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Actasurya.com – Sejumlah 12 persen mahasiswa Stikosa AWS tak pernah berkunjung ke perpustakaan kampus. Hal itu diketahui dari  hasil survei yang dilakukan Acta Surya terhadap 30 mahasiswa Stikosa AWS khususnya reguler, Jum’at (6/1).

Berdasarkan angket, diketahui  sejumlah 16 persen mahasiswa berkunjung ke perpustakaan setiap hari, 16 persen  dua sampai tiga kali seminggu, 10 persen lima kali seminggu, 30 persen empat kali sebulan, dan sisanya tak pernah sama sekali berkunjung.

Meski tekesan ironis, salah satu pengunjung perpustakaan Meilda Junita, mahasisiswi angkatan 2009 ini berpendapat,  hal itu dikarenakan setiap mahasiswa mempunyai kesibukan masing-masing. Seperti kegiatan organisasi kemahasiswaan, sehingga mereka tidak banyak waktu untuk ke perpustakaan. ”Selebihnya untuk yang lainnya sudah bagus, walaupun masih ada perlu di tingkatkan.” ucapnya.


Sementara itu, berdasarkan survei yang berbeda mengenai intensitas jenis  bacaan. Sejumlah 43 persen mahasiswa Stikosa-AWS lebih sering membaca koran, 16 persen majalah, 10 persen diktat  kuliah, sisanya semua jenis bacaan 31 persen.

Terkait survei di atas,  perpustakaan menilai mahasiswa Stikosa AWS mempunyai motif yang berbeda mengenai intensitas jenis bacaan.“Kembali pada motif mahasiswanya sendiri. Meski buku lama, bagi yang sering membaca, hal itu cukup membantu sebagai tambahan ilmu.”  ujar Sutrisno, staf perpustakaan.  N/F : Ayu

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

1 Komentar

  1. Anonymous on 9 Januari 2012 19:04

    Jumlah mahasiswa brapa? Yg disurvey 30 orang. Metode keren.

    Reply

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.