actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Jam Kerja Karyawan Kampus Tak Sesuai Standar
BERITA

Jam Kerja Karyawan Kampus Tak Sesuai Standar

redaksiBy redaksi8 Mei 2012
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Meski peringatan  Hari Buruh Sedunia atau biasa dikenal MayDay telah berakhir. Namun, gaungnya ternyata juga terasa di Stikosa AWS, yaitu, persoalan kesejahteraan karyawan yang dianggap masih kurang dari cukup akibat penerapan sistem kerja , terutama jam kerja karyawan.

Berbeda dari sistem kerja pada umumnya,sistem kerja di Stikosa AWS dirasa karyawan tidak sesuai dengan standar kerja nasional maupun internasional. Sebab, berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja. standar kerja minimal semestinya adalah delapan jam. Dengan perhitungan, karyawan dengan lima hari kerja dalam satu minggu, kewajiban bekerja mereka delapan jam dalam satu hari dan 40 jam dalam satu minggu.
Namun, berbeda yang terjadi di Stikosa AWS yang hanya menerapkan  lima jam kerja saja perhari.“Saya memang bekerja hampir sebelas tahun, tapi selama itu standar kerja belum juga diubah. Padahal, standar sistem kerja itu delapan jam, apalagi sampai saat ini saya tidak mendapatkan tunjangan apapun selain gaji,” keluh salah satu staf perpustakaan, Jumat (4/5)..

Mendengar hal tersebut, Pembantu Ketua II penanggungjawab keuangan Aprilianti  menanggapi, jika sebenarnya kampus  berkeinginan mengubah sistem kerja sesuai dengan standar yang ada. Dirinya pun sudah beberapa kali tidak setuju dan ingin mengubah sistem aturan yang lama.Namun kendalanya, dirinya tidak bisa sepihak merubah sistem kerja tanpa membuat RAB ( Rencana Anggaran Baru ). “Apalagi saya di sini sebagai PK2 hanya meneruskan kinerja lama dari aturan sistem yang sebelumnya,” ujar dosen Komunikasi Massa tersebut. N/F : Navis/bima.blogspot.com

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

1 Komentar

  1. best background check on 5 Mei 2013 18:29

    Some genuinely interesting info, well written and broadly speaking user friendly .

    Reply

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.