AJI: Jurnalis Juga Buruh!

Teatrikal bentuk protes AJI atas minimnya upah gaji wartawan. AJI menagih janji pemerintah bertepatan dengan Hari Buruh, Jumat (1/5)
Teatrikal bentuk protes AJI atas minimnya upah gaji wartawan. Di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, AJI menagih janji pemerintah bertepatan dengan Hari Buruh, Jumat (1/5)

actasurya.com – Bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga turut menyuarakan aspirasinya di depan Gedung Negara Grahadi. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh AJI, lebih dari 40 persen anggotanya berstatus pekerja tidak tetap dengan upah yang minim.

Protes ini disampaikan dengan membawa pesan kritik yang digantungkan di leher serta membungkam mulut dengan plester hitam. Mereka menyuarakan terkait kebebasan dan independensi ruang redaksi dan menyebutkan bahwa para pemilik media menganggap jurnalis sebagai karyawan tanpa melihat keprofesiannya seorang jurnalis.

Untuk itu, dalam aksinya kali ini, AJI menagih  janji pemerintah untuk merealisasikan upah layak dan upah minimum sektoral (UMS) yang telah diperjuangkan sejak tahun  2014. “Tuntutan kita tetap sama, yaitu peningkatan kesejahteraan dan hak jurnalis perempuan cuti haid hamil dan laktasi (menyusui),” ujar Yovinus Guntur Wicaksono, wartawan suara.com. (N/F: Indra/Pondra)