actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
Facebook X (Twitter) Instagram
TRENDING
  • Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik
  • Kritik Sosial Eksploitasi Hewan dalam Pameran “Seni Lupa”
  • Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital
  • Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital
  • Berani Berbisnis: Mahasiswi Inspiratif Seimbangkan Pendidikan dan Usaha
  • Peringatan Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional 2024 dengan Pameran dan Orasi Kemanusiaan di Unair
  • Aksi Darurat Demokrasi di Surabaya, Buntut Kontroversi RUU Pilkada
  • Tolak RUU Penyiaran, Koalisi Masyarakat dan Pers di Surabaya Gelar Aksi
Facebook X (Twitter) Instagram
actasurya.com
  • HOME
  • BERITA
  • FEATURES
    • TOKOH
    • SENI & BUDAYA
    • GAYA HIDUP
  • OPINI
  • SASTRA
    • PUISI
    • CERPEN
  • PHOTOGRAPHY
  • E MAGAZINE
  • REDAKSI
actasurya.com
Home»BERITA»Soto Kudus Cita Rasa Suroboyoan
BERITA

Soto Kudus Cita Rasa Suroboyoan

redaksiBy redaksi20 Juli 2015
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

actasurya.com – Bagi Anda yang juga penggemar soto, masih belum lengkap jika belum menciicipi Soto Kudus Kedai Taman. Warung yang bertempat di Jalan Taman Gayungsari Timur No. 7 ini, menyuguhkan seporsi soto khas Kudus. Meski demikian jangan tertipu dari namanya saja, cita rasanya pun sudah disesuaikan ala Suroboyoan. Cukup merogoh kocek Rp 9.500, Anda sudah dapat menyantap seporsi soto kudus yang juga menjadi makanan favorit di warung ini.

Ariadi Sudono, selaku owner warung Soto Kedai Taman ini mengungkapkan, soto kudus memiliki beberapa keunikan dibandingkan dengan soto lainnya. Dimulai dari bahannya, soto kudus terdiri dari banyak rempah-rempah. “Istilahnya kalau orang Jawa menyebutnya jangkep atau lengkap,” terang Ariadi.

Lalu dari segi penyajiannya, Soto Kudus seringkali disajikan dengan mangkok kecil disertai sendok bebek. “Soto kudus memang khasnya, dengan porsi kecl ditempatkan di dalam mangkok kecil dan sendoknya dengan sendok bebek,” jelas pria 37 tahun ini.

Menariknya, soto kudus ini selalu selalu dihidangkan dengan lauk pendamping. Di antaranya, tempe dan tahu bacem,  sate telur puyuh dan sate paru. Sehingga, sambil menyantap soto, para pelanggan juga dimanjakan dengan lauk pelengkap tersebut.

Karena berlokasi di Surabaya, tambah Ariadi, ada beberapa hal yang perlu diadaptasi. Semisal cara pemberian kecapnya. Menurutnya, kecap merupakan komponen penting di dalam Soto Kudus. Pasalnya, kecapnya didatangkan langsung dari Kudus. Dibandingkan dengan jenis kecap lainnya, kecap kudus terasa sangat manis.

Ariadi menerangkan, jika di tempat soto ini berasal, kecap langsung digabung dengan soto lalu dihidangkan kepada pelanggan. Namun, di warung kedai taman ini, soto tidak langsung dicampur dengan kecap, melainkan di meja sudah disediakan sewadah kecap sendiri. Sehingga, nantinya para pelanggan yang mencampurkan dengan soto yang telah dipesannya.

“Kita berusaha menyesuaikan dengan lidah orang Surabaya. Orang Surabaya lebih senang dengan rasa  asin, ketimbang rasa manis. Jadi, kami menghidangkan kecapnya terpisah, agar mereka yang mmenuangnya sendiri,” terang Ariadi.

Adapun dari segi aromanya, lulusan Engineering STT Telkom ini mengaku, soto Kudus miliknya memiliki rasa seperti gulai. Hanya, saja bahan-bahannya banyak berasal dari rempah-rempah. Selain Soto Kudus, di kedai ini juga memiliki menu lainnya. Seperti Tahu Gimbal, Lentog Kudus, Lontong Pecel, Ayam Goreng Kremes, Mie Goreng dan Godhog Jogja.

Terlepasa dari itu, usut punya usut, Ardi memulai bisnis kuliner Soto Kudus ini memang karena sejak kecil, soto kudus merupakan makanan favoritnya. Hanya saja, pria kelahiran Surabaya 37 tahun silam ini mengatakan untuk mendapatkan Soto Kudus di Surabaya sangatlah sulit. Tanpa diduga, Ardi mendapatkan istri dari Kudus.

“Barulah saya tertarik di dunia kuliner, dan mencoba keberuntungan saya dengan soto kudus ini,” terang Ardi. (N/F : Fahmi Aziz)

actasurya lpm surabaya pers mahasiswa soto kudus surabaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
redaksi
  • Website
  • Facebook
  • X (Twitter)
  • Instagram

Related Posts

Udara Surabaya ‘Dihantui’ Mikroplastik

14 November 2025

Mahasiswa Stikosa AWS Membersamai UMKM Kampung Kue Rungkut Surabaya Untuk Melek Digital

5 Juli 2025

Hari Ibu Jadi Momentum RTIK Surabaya Kenalkan Teknologi AI untuk Pemasaran Digital

23 Desember 2024

Leave A Reply Cancel Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

NAVIGASI
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
JEJARING KAMI
Tweets by actasurya
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
  • IKLAN
  • E MAGAZINE
  • TENTANG KAMI
  • ATURAN PENGGUNAAN
  • ARSIP
  • KONTAK
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.