Tato Temporer: Bisa Gonta-Ganti

actasurya.com – Kali ini khalayak luas mulai menyukai tato, khususnya kaum muda-mudi. Tanpa peduli jenis kelamin, mereka mempunyai alasan masing-masing menggambarkan tato di permukaan kulit salah satu anggota badannya. Di antaranya karena hobi, sebagai identitas dan juga lantaran ikut-ikutan dengan yang lainnya.

Hanya saja, terkadang sebagian orang masih takut untuk memiliki tato asli yang menggunakan jarum. Oleh karena itu, tato temporer inilah yang menjadi pilihan bagi mereka.

Salah satu pembuat tato temporer di Taman Bungkul Kikin kerap didatangi pengunjung dari berbagai kalangan usia. Mereka datang hanya sekedar untuk melukiskan bagian tubuhnya yang biasanya menggunakan  hena yang bercampur tinta.

Kikin,warga Kembang seren, Surabaya ini, menggemari tato sejak dari tahun 1995. Bakat yang dimilikinya ini dalam membuat tato sudah muncul sejak kecil dimulai dari kegemarannya menggambar.

“Belajar membuat tato berasal dari kegemaran saya yang suka menggambar sejak kecil, dan saya mulai menekuninya dengan membuka usaha tato temporer di Taman Bungkul dari tahun 2006. Saya juga membuka tato yang menggunakan jarum, tetapi itu saya lakukan di rumah saya,” jelasnya.

Bahan yang ia gunakan untuk menggambar tato temporer hanya dengan tusuk gigi dan hena yang dicampurnya dengan tinta. Proses pengerjaannya juga cukup cepat, memakan waktu kurang lebih lima menit tato itu sudah selesai gambarnya. Harga yang dipatoknya mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 70.000 tergantung ukuran yang diinginkan pelanggannya.

Jasanya yang  mulai  buka dari jam delapan malam hingga 3 pagi ini, juga membuat banyak pelanggan datang dari kalangan remaja. Alasan mereka lebih memilih tato temporer lantaran bisa hilang dalam dua minggu, sehingga mereka bisa bergonta-ganti gambar.

Mursayid yang kerap datang ke Taman Bungkul untuk melukiskan tato mengatakan, “Saya suka tato karena hobi, dan lebih memilih tato temporer karena bisa hilang dan saya juga bisa bergonta-ganti macam tato,”.

naskah: Haris Dwi | foto: Noval Aldrian