Sunday Market, Ajang Tatap Muka Kaum Urban.

actasurya.com – Riuhnya pengunjung dan iringan DJ pada malam itu, menambah suasana meriah dalam event Sunday Market Surabaya. Celana jeans, sepatu snickers dengan dadanan sedikit oldies, merupakan dress code wajib khas kaum anak muda lawas, yang hadir dalam event tersebut.

Kaum millenials urban tentunya sudah tak asing lagi dengan kehadiran event kekinian Sunday Market. Setelah sukses di WTC (Wonokromo Trade Center) Oktober tahun lalu. Kali ini Sunday Market hadir di Surabaya Town Square (Sutos),  dengan mengusung tema “Bringing All Together Vol.1” yang berlangsung 7-8 April 2018.

“Dari tiap tahun ke tahun Sunday Market selalu mengusung tema dengan nuansa tajuk yang tematik. Namun edisi ini, Sunday Market membuat tema dengan lebih menekankan spirit keterbukaan yaitu Bringing All Together Vol.1,” tutur Claudia Purba, Project Leader Sunday Market Surabaya

Sunday Market merupakan suatu event yang mengkombinasikan empat elemen yakni Fashion, music, food dan art.

Disini pengunjung dapat mengunjungi 150 booth terpilih. Di dalam booth-booth tersebut, menjual berbagai macam pakaian baru maupun secondhand dan barang-barang klasik seperti kamera polaroid, kaset pita, piringan hitam, walkman dan tentunya masih banyak lagi hal menarik yang ada dalam event ini. Dan juga pengunjung dihibur oleh live perfomance music serta DJ-DJ profesional Indonesia.

Suasana pengunjung saat berbelanja di booth Sunday Market Di Sutos, Minggu (8/04) kemarin.

Tak hanya sekedar berfoya-foya, event ini juga menyelenggarakan beragam ilmu yang bermanfaat seperti beragam workshop dan nobar (nonton bareng) film indie besutan Ismail Basbeth. Tahun ini Sunday Market juga bekerja sama dengan perusahaan berbasis bisnis, makanan dan pariwisata. Guna memenuhi wisata alternatif keluarga.

“Tahun ini ada juga wahana untuk anak-anak dan ada juga sesi menggambar menggunakan bahan dasar anti mainstream seperti sayur-sayuran,” tambahnya.

Menurut Claudia, Sunday Market mempunyai cita-cita sebagai wadah untuk bertemunya beberapa pihak yang tak punya waktu guna saling betatap muka.

“Kadang orang-orang itu kepengen ketemu yang dijadwalkan. Maka diharapkan event ini menjadi moderator bagi semua pihak yang ingin bertemu tapi tidak ada waktu. Jadi mereka bisa menganggap Sunday Market ini menjadi ajang silaturahmi bagi kita semua,” tutup perempuan lulusan Ilmu Hukum Universitas Negeri Surabaya ini. (N/F: Surya)