Suarakan Kemerdekaan dalam Balutan Seni Teatrikal

actasurya.com – Kemerdekaan, satu kata penuh makna bagi rakyat Indonesia. Perjuangan para pahlawan, tangis dan sedih telah terukir membekas di tanah Pertiwi ini. 72 tahun silam, bukanlah perjalanan yang sebentar untuk memaknai kemerdekaan NKRI sesungguhnya.

Bertepatan dengan  Hari Kemerdekaan Indonesia, Teater Lingkar sebagai salah satu pegiat seni di kampus wartawan Stikosa – AWS, memaknai momentum ini dengan menghelat acara bertajuk “Tanah Surga Milik Siapa.”

Tak hanya sebagai wadah apresiasi memperingati jasa para pahlawan terdahulu dan memberikan pesan moral saja. Namun, acara ini memberikan sentilan bagi para pemuda penerus bangsa agar lebih peka akan kondisi Indonesia saat ini.

Selaku ketua pelaksana, Ainidya Maya Taurizka, mengatakan “Apakah kita sudah merdeka sesungguhnya? Karena melihat di tanah air kita sendiri, masih banyak korupsi yang menggrogoti uang rakyat-rakyat kecil. Disini kita mempertanyakan arti kemerdekaan sesungguhnya,” ujarnya.

Jam menunjukan tepat pukul 19.30 malam, perhelatan acara dibuka dengan penampilan apik serta diiringi lantunan lagu mars Lingkar. Dilanjutkan dengan tarian berjudul Kidung Asmara yang dibawakan oleh sepasang penari, yaitu Noval “Dupo” dari angkatan Sashikirana dan Maya “Tales” dari angkatan paduraksa. Kelihaian tubuh yang luwes dengan iringan lagu dari Nusantara, keduanya mampu menghipnotis para penonton dengan  tarian tersebut.

Tak hanya menampilkan keliahaian mereka dalam menari, acara kali ini pula turut diadakan pajang karya seni. Yaitu poster ilustrasi, beberapa karya puisi oleh Maya “Tales” dan Pujha “Rosa” dari angkatan paduraksa.

Grup musik Ombak-ombak Kecil, turut hadir memeriahkan malam puncak diesnatalis dua dekade Teater Lingkar.

Selain itu, perayaan dies natalis teater lingkar ini juga dimeriahkan oleh penampilan band akustik ‘Ombak-Ombak Kecil’. Beberapa tamu undangan pun turut hadir meramaikan acara tersebut, dari kampus Stikosa – AWS dan dari beberapa anggota teater dari Untag dan Unitomo.

Sanjungan positif pun terlontar dari salah satu penonton, yang merupaka salah satu mahasiswi semester 3 kampus wartawan ini. Salsabila mengatakan dirinya cukup terhibur dengan penampilan yang disuguhkan oleh UKM Seni ini. “Seru banget, bisa menghibur penonton. Sukses terus lingkar,” cakapnya.

Malam pun mulai larut, jam menujukkan pukul sepuluh malam. Dinginnya malam tak menyurutkan semangat para tamu undangan. Acara pun terus berlanjut, penampilan teatrikal yang berjudul  Tanah Surga Milik Siapa kali ini disutradarai oleh Iqbal “Corong”.

Teatrikal yang menggambarkan keadaan mirisnya bangsa Indonesia saat ini menjadi penutup acara malam puncak dies natalis teater lingkar. Di malam puncak acara ‘Dua Dekade Teater Lingkar’ ini, Tales selaku Ketua Pelaksana mewakili anggota teater lingkar yang lain menyampaikan bahwa negeri tempo dulu sudah merdeka dari penjajahan. Namun saat ini negeri pertiwi belum merdeka karena tanpa di sadari, kita masih di jajah oleh para petinggi yang serakah. (N/F : Alfa, Sasa/ Dhian)