Surabaya Vaganza 2019 Tampilkan Keberagaman Budaya Di Surabaya

Walikota Surabaya Tri Rismaharini berfoto bersama peserta Surabaya Vaganza 2019, Minggu (24/3).

Actasurya.com – Surabaya Vaganza 2019 hadir menyemarakkan sekaligus menghibur warga Kota Surabaya pada Minggu (24/3/2019). Acara yang digelar pemerintah kota Surabaya berupa parade budaya dan bunga ini, sebagai perayaan hari jadi Kota Surabaya ke-726. Di bawah langit Surabaya yang saat itu mendung, tepat pukul 08.00 wib acara ini dibuka oleh sambutan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

“Usia Surabaya sudah dewasa dan tua, karena itu saya ingin menyampaikan ke seluruh warga kota, ayo kita tidak boleh lagi malas, kita harus kerja keras,” pesan Risma saat membuka acara di sekitar Tugu Pahlawan Surabaya.

Rute parade tahun ini dimulai dari Monumen Tugu Pahlawan dan berakhir di depan SMAK Santa Maria di Jalan Raya Darmo. Untuk start rute parade dibagi menjadi dua, start pertama di Tugu Pahlawan diisi oleh peserta pawai mobil hias bunga, Marching Band, Paskibraka, Jaranan, Reog dan peserta Tari Bali, sedangkan start kedua di Monumen Bambu Runcing untuk deretan perwakilan luar kota, peserta Fashion Carnival, peserta pelajar nusantara, hingga komunitas seni.

Acara bertema ‘Puspawarni Indonesia’ ini, diambil dari warna bunga yang beragam ibarat keberagaman suku dan budaya di Kota Surabaya. Semarak parade tahun ini juga spesial, pasalnya selain diramaikan 40 mobil hias, 37 komunitas lintas budaya, juga ditambah hadirnya belasan walikota peserta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Penampilan Marching Band oleh salah satu peserta Surabaya Vaganza 2019, Minggu (24/3).

“Momen kali ini juga bertepatan dengan rapat koordinasi APEKSI dimana Kota Surabaya jadi tuan rumahnya, jadi ada datang walikota -walikota, ada dari Bali, NTB, NTT, tadi mereka diarak pakai Jeep hias bersama para peserta parade,” ujar Dayu Asritami salah satu panitia.

Panitia pun membebaskan peserta yang berpartisipasi dalam acara ini, peserta dari komunitas lintas budaya membawa pertunjukkan sesuai budayanya masing-masing, sementara untuk peserta mobil bunga, panitia terlebih dulu melihat desain yang mereka buat untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

Sementara para penonton acara ini antusias mengikuti jalannya parade, bahu jalan penuh dengan penonton yang menyaksikan iringan mobil hias serta penampilan komunitas budaya, pasukan pengibar bendera pusaka, serta drum band.

“Kesannya ya,.. adanya acara ini untuk membangun Kota Surabaya menjadi lebih baik, maksudnya biar menambah kreativitasnya orang-orang Surabaya sendiri, intinya parade tahun ini seru banget,” ujar Ike Marisah salah satu penonton Surabaya Vaganza.

Antusias penonton juga terlihat di garis finish parade, tepatnya di depan SMAK Santa Maria di jalan Raya Darmo, beberapa peserta parade bergantian menyapa dan memberikan cinderamata untuk Walikota Surabaya Tri Rismaharini, sementara Risma pun menyempatkan diri menyambut dan berswafoto bersama peserta parade.

“Saya berharap keberagaman budaya di Kota Surabaya ini jadi salah satu pemersatu kita, tidak ada yang mempermasahkan darimana asal suku, agama kita, karena kita sama-sama membangun kota ini,” tutup Risma. (N/F : kik, alf)