Samiler Bikin Ngiler

Actasurya.com – Orang-orang biasanya menyebut kerupuk tradisional olahan dari singkong ini, opak. Tetapi di kawasan Dolly, opak dikenal dengan samiler. Kerupuk dengan rasa yang gurih dan berbentuk segitiga kecil-kecil itu diberi nama Samijali. Nama ini adalah singkatan Samiler Jarak Dolly. Menandakan bahwa tempat produksi kerupuk ini berasal dari kawasan bekas prostitusi.

Awal mula Usaha Kecil Menengah (UKM) Samijali terbentuk karena adanya penutupan tempat prostitusi Dolly pada 2014. Produksi lalu dimulai tahun 2015, dan terus berkembang. Tak hanya berasal dari Jawa, samiler diminati orang dari berbagai macam daerah.

“Ada salah satu tamu dari luar Jawa bilang, kalau rasa opak ini enak, murah dan kalau beli lebih banyak pasti dapet diskon,” ujar Laksono Andriati, Ketua UKM Samijali.

Saat kebanyakan kerupuk samiler dijual di dalam plastik besar, Samijali ini dikemas lebih modern. Olahan Samijali pun terdiri dari berbagai rasa agar lebih menarik perhatian pembeli. Ada original, keju, balado, dan sapi panggang. Setiap varian rasa memiliki peminatnya sendiri-sendiri.

Ramainya pembeli berasal berbagai macam kalangan. Tak hanya didominasi orang tua, tetapi anak muda pun suka membeli kerupuk ini. “Orang tua biasanya beli yang original. Kalau anak muda lebih suka yang keju, balado, dan sapi panggang. Balado dan sapi panggang itu best seller Samijali,” ujar wanita berhijab itu.

Dengan ramah Andriati pun menjelaskan bagaimana proses pembuatan opak yang satu ini. “Pertama adonan samiler bulat itu dipotong-potong jadi bentuk segitiga, terus dijemur dan dikumpulkan di rumah warga. Lalu proses penjemuran sebelum produksi dilakukan lagi dua hari pasca dikumpulkan. Setelah benar-benar kering, digoreng di Balai RT,” katanya.

Samijali ini dibagi menjadi tiga kemasan, yakni; kecil, sedang dan besar. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena harganya juga terjangkau mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 15.000.

Salah satu konsumen Samijali, Lia, yang membeli kemasan kecil sudah beberapa kali membeli samiler ini. “Aku suka beli kerupuk ini karena banyak varian rasanya. Favoritku yang rasa balado karena enak dan harganya murah,” begitu cerita Lia saat ditanya tentang pendapatnya terhadap kerupuk ini.

Anda yang ingin membeli dan menikmati kerupuk Samijali bisa datang ke Dolly Saiki (DS) Point atau langsung ke Kampung Samijali yang terletak di Jalan Putat Jaya 4A Surabaya. (N/F: Agathon)