Surabaya Raih Dua Rekor Muri Dunia

Ikut meriahkan acara Festival, Tri Rismaharini bernyanyi dengan peserta Rujak Uleg (17/03).

Actasurya –¬†Lagi-lagi kota Surabaya adakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Serangkaian acara yang digelar untuk memeriahkan hari jadi kota Surabaya ini sudah digelar tiga kali untuk tahun ini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warga Surabaya bersyukur dapat menggelar festival rujak uleg tahun ini. Pasalnya, Festival Rujak Uleg tahun 2018 lalu batal digelar lantaran terjadi tragedi serangan bom pada Mei 2018.

“Tahun lalu kita tidak bisa merayakan ini karena kita mendapat cobaan. Mari kita semua ini bersaudara, kita tidak boleh saling bermusuhan, dendam, benci. Tidak ada agama apapun yang mengajarkan dendam,” kata Risma dalam pidato sambutannya, Minggu (17/3).

Festival digelar di sepanjang jalan Kembang Jepun Surabaya. ” Festival kali ini cukup banyak pesertanya hingga mencapai 1801. Maka dari itu stand peserta kita bagi menjadi dua, kalau tidak nanti bisa sampai ke jalan Kapas Krampung,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Festival rujak uleg tahun ini sangat spesial, dikarenakan acara ini menembus rekor dunia. Rekor ini terbukti dari partisipasi peserta yang menembus angka 1801 peserta dan cobek terbesar dengan ukuran diameter 250 cm, berat 1,5 ton, tinggi cobek 30 cm, dan tinggi dudukan cobek 140 cm.

Peserta dari kecamatan sukolilo membuat rujak uleg dengan menggunakan baju pewayangan hanoman (17/03).

Agenda tahunan yang ditunggu-tunggu warga kota Surabaya ini sangat menarik. Dikarenakan para peserta yang terdiri dari seluruh kelurahan dan beberapa komunitas ini memakai pakaian unik. Seperti, pakaian daerah, daur ulang hingga, pakaian perwayangan.

Pemkot Surabaya berharap agar makanan rujak cingur ini bisa terus berkembang dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

” Tujuannya untuk melestarikan makanan khas Surabaya “rujak cingur”, kita bikin ini menjadi event yang akan Terus berkembang setiap tahun. Agar bisa menjadi daya tarik orang untuk datang dan mengenal Surabaya lebih dalam lagi,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Antiek Sugiharti. (N/F: ada)