Peran Media di Tahun Politik

actasurya.com – Serikat Perusahaan Pers ( SPS ) merupakan organsisasi yang beranggotakan terdiri dari Penerbit Pers, dan Media Cetak. SPS kali ini menyelenggarakan seminar dengan tajuk Memaksimalkan Peran Media Massa Ditahun Politik, Sabtu ( 7/4), di Grand Hotel, Jalan Pemuda No. 19-21, Surabaya.

Dalam acara kali ini,  SPS mengundang beberapa pakar,  salah satunya dari Ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum), Banwaslu (Badan Pengawas Pemilu), Tim Sukses  Dua Pasangan Calon ( Paslon )  Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Perwakilan Media Massa dan  Pengamat Politik dari Universitas Airlangga. Sayangnya Tim Sukses dari Dua Paslon  tidak dapat hadir dalam acara seminar kemarin.  Diskusi kali ini turut dihadiri oleh beberapa media, baik cetak maupun online, para jurnalis senior dan beberapa mahasiswa.

Acara baru dimulai pukul 09.30 WIB yang  tidak sesuai dengan rundown yaitu pukul 08.30 WIB. Kegiatan dibuka dengan sambutan Sukoto selaku Ketua SPS Jawa Timur, serta mengenai pernyataan tiap pakar mengenai tajuk seminar dan dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab yang dimoderatori oleh Agnes Santoso dari SBO TV.

Topik pembahasan dalam diskusi kali ini, mengarah pada regulasi media massa dalam dunia politik serta kondisi media Indonesia saat ini. Seperti maraknya berita bohong atau palsu dari beberapa media sosial, dan bagaiamana menyikapi media baik cetak maupun elektronik yang kerap dijadikan alat kampanye politik terselubung.

Seperti yang di utarakan Sukoto mengenai seminar kali ini, cukup memuaskan dan sedikit menyeleweng dari arah pembahasan “ Memang tadi pembahasannya, lebih mengarah pada penjelasan permainan politik dan regulasi politik dengan media dan pemanfaatan maksimal media massa,” ujarnya.

Acara ini bertujuan untuk memaksimalkan dengan benar peran media massa sebagai alat sosialisasi di tahun politik, seperti yang di utarakan oleh pengamat politik dari Universitas Airlangga “ Saat ini, media harus benar-benar bisa  menyeleksi, karena sosialsasi dan kampanye itu beda tipis, media tidak boleh memihak pada satu calon saja, ” ujar Airlangga Pribadi Kusuma. (N/F : Jelita,Tony)