Pamerkan Sebuah Karya yang Dikelolah dari Barang Bekas

Actasurya.com – Sebelum memasuki liburan Natal dan tahun baru (Nataru), pendidikan tingkat dasar hingga perguruan tinggi terlebih dulu menjalani Ujian Akhir Semester (UAS). Salah satunya adalah Institut Sains Terapan Teknologi Surabaya (ISTTS), untuk menuntaskan tugas besar, mahasiswa mata kuliah despro stoll experiment design, creative toys dan Proyek Studio tengah menyemarakkan pameran dari hasil karya mahasiswa.

Dari masing-masing tiga mata kuliah ini menampilkan hasil karya yang berbeda-beda seperti, barang bekas yang sudah tidak terpakai dan diolah kembali oleh mahasiswa untuk dijadikan sebuah karya yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai jual. Hasil karya buah tangan mahasiswa juga dijual melalui toko online, dan dipasarkan di hotel-hotel Surabaya, Bali dan luar kota lainnya.

Detyo Campoko, yang merupakan seorang Dosen mata kuliah Desain Produk menjelaskan, jika tujuan dari pameran ini, agar mahasiswa dapat menghasilan karya yang mereka buat dan dapat diketahui juga oleh banyak orang. “Jadi mahasiswa bisa lebih mandiri meskipun belum lulus kuliah, sudah bisa mendapakan untung dari hasil karya yang dia buat untuk dijual di masyarakat,” kata Detyo, Kamis (20/12).

Pameran yang menampilkan banyak hasil karya dari mahasiswa dari tiga mata kuliah ini, Detyo yang sebagai pengajar Desain Produk tentunya menyampaikan harapannya akan karya dari mahasiswa.

“Harapannya setiap tahun mahasiswa mampu membuat ide-ide kreatif yang lebi baru lagi, yang impeknya lebih ke dia (mahasiswa) sendiri dan masyarakat. Terutama khususnya mahasiswa dapat care terhadap masalah-masalah, yang bisa di selesaikan dengan desain,” harapnya

Berbagai hasil karya menarik yang dipamerkan, yaitu Guitar Chair yang terbuat dari gitar bekas, kemudian diolah kembali untuk dijadikan kursi yang unik, terlebih dengan ditambahkan setipis alas agar terasa nyaman saat diduduki.

Salah satu mahasiswa semester 3, Desain Produk 1. Pamerkan hasil karyanya yakni Lumiere De Sound Desk Lamp, sejenis Lampu kamar yang dibuat dengan ditambahkan speaker.

Selain itu juga terdapat karya yang tak kalah menarik, yakni lampu kamar ataupun lampu belajar yang diberi nama Lumiere De Sound Desk Lamp, dan yang paling menarik lagi lampu ini di lengkapi dengan Sound agar dapat memutar lagu. Hasil karya lampu belajar maupun tidur ini merupakan rancangan dari hasil tangan Stive Tirto, mahasiswa semester tiga yang menempuh mata kuliah Desain Produk 1.

“Saya mendapatkan ide ini dari masalah yang saya alami dalam belajar, untuk pembuatannya hanya memakan waktu tiga minggu, cukup susah sih membuatnya terutama untuk melengkungkan salah satu ornament lampu ini,” jelasnya.

Hasil karya dari pameran merupakan 100% buatan mahasiswa iSTTS yang dibuat oleh mahasiswa semester tiga, lima, dan tujuh. Serta diambil dari tiga mata kuliah yang berbeda yakni, mata kuliah Desain Produk 1, Desain Funiture 1, dan Design Prenaurship.

Pameran yang digelar selama empat hari, yakni mulai dari Senin, 17 Desember 2018 – Kamis, 20 Desember 2018, pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB. Penggelaran berbagai karya dipamerkan di Ruang Auditorium ISTTS (Institut Sains Terapan Teknologi Surabaya) Jl. Ngagel Jaya Tengah/73-77 Baratajaya Gubeng, Surabaya. (N/F: avt/cla)