Opspek dan Integritas

Actasurya.com – Integritas merupakan suatu atribut terpenting, atau kunci yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Bisa dikatakan Integritas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan konsistensi. Dalam tindakan, nilai-nilai, metode, ukuran, prinsip, serta ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan.

Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat. Sikap yang teguh mempertahankan prinsip, tidak mau mengambil yang bukan haknya (Korupsi), dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral.

Dalam rangkaian Opspek tahun ini yang diadakan oleh Stikosa-AWS. Mengusung visi “Menanamkan pola pikir dan karakter yang berintegritas secara jurnalis”.

Rizki Ismi Amalia, Ketua Pelaksana Opspek 2018 ini. Menjelaskan tentang integritas pada visi yang mereka usung. “Integritas sendiri ada banyak hal,termasuk kejujuran dan tanggung jawab. Tapi dalam hal ini integritas bisa di kerucutkan pada moral. Yang dimaksud dengan moral sendiri itu seperti kritis, solidaritas, serta bertanggung jawab,” tandasnya.

Rizki meyakini sifat integritas yang kritis, dan bertanggung jawab pasti ada di setiap diri Jurnalis, itu sebabnya mengapa membentuk visi seperti itu.

Bahwa pada dasarnya Broadcasting dan Public Relation, tidak sepenuhnya berbicara tentang Jurnalistik.

Namun kebingungan terjadi di kalangan mahasiswa Stikosa-AWS. Meski lebih mengunggulkan jurnalistik,  AWS tetap mempunyai tiga program studi (prodi), Jurnalistik, Broadcasting, dan Public Relation. Semua harus sama rata porsinya dalam opspek yang notabene acara untuk mengenalkan kampus.

Hal ini ditanggapi langsung oleh Rizki, bahwa ia ingin menekankan dan meluruskan label jurnalis di Stikosa yang makin ke sini semakin menyusut.

“Kenapa saya harus mengambil visi menanamkan integritas secara Jurnalis, sebab trah Jurnalis di sini sudah mulai tidak ada. Karena pihak yayasan sendiri menginginkan Jurnalis sebagai enterpreneur,” pungkasnya.

Devinisi yang sedikit berbeda diutarakan oleh Anggadia Muhammad, Presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Stikosa.

Lelaki bertubuh tinggi yang biasa disapa Ahong itu menuturkan bahwa integritas berangkat dari kata konsisten, yang artinya kita ingin menjaga konsistensi teman-teman untuk berpikir secara kritis. Bukan hanya untuk opspek saja tapi sepanjang mereka bergelut di AWS.

Menurut Ahong di kampus Stikosa-AWS sendiri sudah mulai kehilangan orang-orang yang mempunyai pemikirin kritis, ia juga ingin pada Opspek 2018 ini, melihat maba berani menyuarakan pemikiran mereka.

“Kampus juga krisis dengan orang-orang yang berani menyuarakan kebenaran, juga orang yang mempunyai pemikiran kritis.  Kita ingin mempertahankan konsistensi mental mereka, Konsistennya kali ini yang harus dikejar oleh teman-teman panitia,” katanya.

Untuk penerapan yang dilakukan di Opspek 2018 yang mengacu pada visi pola pikir secara integritas, menurut Ahong adalah dengan acara Literasi yang menjadi senjata.

“Jadi jurnalis itu gak asal nulis, jadi Jurnalis itu juga harus mempunyai pengetahuan yang luas, yang bisa didapat dengan membaca, dengan itu kita bisa memilah mana yang benar mana yang bohong,” tutupnya. (N/F : Lukman)