Cerita Sang Kakek yang Terlupakan
Meski sejarah terlupa dari ingatan, makam Kakek Bodo terus berdiri. Semoga tidak lekang tergerus arus zaman.
Makam Kakek Bodo terletak di tengah areal Wana Wisata Air Terjun Kakek Bodo, yang termasuk wilayah Desa Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Di dalam areal yang memuat fasilitas wisata air terjun, tempat berkemah, dan kolam renang ini, makam ini nampak tidak begitu menarik perhatian.

Besar bangunan yang tidak jauh berbeda dari warung-warung di sekitarnya, menjadi salah satu sebabnya. Hanya dua buah tugu gerbang yang membuat makam itu sedikit berbeda dari bangunan lain di sekitarnya. Makam ini berjarak 600 meter dari pintu masuk utama Wana Wisata Air Terjun Kakek Bodo.
Belakangan, makam ini terlihat tak terawat. Sebabnya, juru kunci makam yang akrab disebut Pak To, meninggal dunia setahun yang lalu. Begitu menurut penuturan Karyono(59), pemilik warung tak jauh dari makam itu.
Makam Kakek Bodo teletak di dalam sebuah ruangan kecil yang selalu tertutup. Di sekitarnya, berserakan dedaunan. Segulung tikar tampak terhampar acak-acakan, bersanding dengan sebuah kotak amal. Di hari-hari tertentu, tikar itu digunakan sebagai alas peziarah yang melakukan doa di makam itu.
Di samping makam tampak seonggok kain kafan. Yang menurut penuturan Karyono, kain itu adalah kain pembungkus nisan yang biasanya diganti secara teratur oleh sang penjaga makam.
Gua kecil yang sudah tertutup oleh sebuah batu besar, terletak di belakang makam. Konon, gua ini dulunya adalah tempat bertapa Kakek Bodo. ***
(Naskah: Silviyanti Nur Indah Sari / Foto: Wahyu Triatmojo)
- Printer-friendly version
- Login to post comments




