Meski Punya 142 Komodo, KBS Ingin Mengembangbiakkan Sendiri

Actasurya.com – Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini mengalami peningkatan terhadap populasi hewan satwa Komodo hingga 100 persen di tahun 2019 ini. Pasalnya, suksesnya breeding komodo ini dalam satu musim kawin, tujuh induk komodo menetaskan 74 telur dari 114 telur setelah hasil inkubasi disiplin selama 6 sampai 7 bulan sejak 2018 lalu.

“Tahun ini KBS berhasil meningkatkan populasi Komodo, dan pencapaian sebanyak ini baru terjadi di Indonesia. Karena biasanya Komodo menetas rata-rata hanya 15 sampai 20 ekor saja,” kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS, Chairul Anwar saat diwawancarai usai jumpa pers Kelahiran Satwa Komodo, Selasa (05/3).

Chairul menjelaskan proses inkubasi pun melalui tahap yang cukup rumit, karena keeper secara intensif melakukan pengamatan selama 24 jam untuk mengamati Komodo yang akan bertelur. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah rusaknya telur oleh gangguan Komodo lain.

“Karena jika ada telur yang rusak, kami harus segera mengambilnya dari inkubator untuk mencegah kerusakan telur yang lain,” ujarnya.

Tujuh induk komodo menetaskan 74 telur dari 114 telur setelah hasil inkubasi disiplin selama 6 sampai 7 bulan sejak tahun lalu. Di Kebun Binatang Surabaya, Selasa, (5/3/2019).

Dari 74 ekor anak komodo yang berasal dari 7 induk komodo nantinya akan dipelihara di kompleks Komodo KBS. Dan tetap dikembangbiakkan di lingkungan sendiri.

“Pertukaran jenis komodo tidak mudah kita lakukan, karena dilindungi UU Perlindungan Satwa. Segala bentuk tukar-menukar satwa purba jenis reptil harus melalui izin presiden,” jelas Anwar.

Selain itu, jumlah anak komodo terbanyak ini dirasa Anwar tidak menjadi masalah peledakan populasi komodo di KBS. “Malah kami senang bisa menetas banyak. Terkait infrastruktur, bisa dikembangkan,” tambahny.

Sementara itu, Kepala Humas PDTS KBS, Wini Hustiani mengungkapkan, nantinya akan menyiapkan kurang lebih lima kandang peraga untuk tempat Komodo anakan yang baru lahir ini. Namun lokasinya masih belum bisa dipastikan, karena masih dalam pembahasan.

“Selain itu, untuk memindahkan anakan Komodo ke kandang peraga minimal harus berusia 1 hingga 2 tahun,” ujarnya.

Selain usia tersebut, pihak KBS juga harus mengetahui kesehatan fisik maupun mental anakan Komodo seperti fisik bagus, perilakunya stabil dan kuat. Dengan pertimbangan tersebut maka Komodo tidak merasa stress maupun terganggu jika melihat pengunjung yang ramai.

Selain itu, KBS juga sangat berhat-hati dalam merawat 74 anakan Komodo saat ini agar bisa tumbuh dengan baik. Oleh karena itu, dalam kandang dipasang termometer untuk mengatur suhu kandang agar lebih hangat. “Biasanya suhu yang dibutuhkan bayi komodo lebih hangat yakni sampai 5 sampai 10 derajat,” tutupnya. (N/F: est)