Mengenal Surabaya Lewat Foto Bercerita

 Mamuk Ismuntoro sedang memberikan materi, tentang pengertian Photo Story Journalistik kepada para peserta yang hadir di Koridor Coworking Space Surabaya. Sabtu (23/2).

Actasurya.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Stikosa-AWS melalui departemen Sumber Daya Mahasiswa (SDM) kembali menggelar acara tahunan, acara kali ini berupa workshop jurnalistik dan lomba fotografi dengan mengusung tema “Sisi Lain Kota Surabaya”. 

Dengan judul acara “Lensa Sudut Kota”, workshop yang diselenggarakan di Koridor Coworking Space Surabaya pada Sabtu, 23 Februari 2019 ini, kedatangan pemateri Mamuk Ismuntoro yang merupakan founder Matanesia & Photo Journey Series, serta Zulfikar Firdaus fotografer Majalah Pro Ikan sebagai moderator.

Mamuk Ismuntoro sebagai pemateri dan Zulfikar Firdaus sebagai moderator sedang mengisi acara Lensa Sudut Kota yang diselenggarakan oleh BEM Stikosa-AWS di Koridor Coworking Space Surabaya, Sabtu (23/2).

Sebelum acara workshop dimulai, Anggadia Muhammad selaku Presiden BEM memberikan sambutan. Sementara itu, ketua pelaksana Jihan Shohwatul Islamiyah saat ditemui awak Acta Surya , juga menjelaskan tentang tujuan dan alasan mengapa workshop kali ini lebih memilih tema fotografi dibanding videografi.

“Event pertama ini adalah program kerja departemen SDM BEM Stikosa-AWS. Maksud mengadakan workshop ini juga masih ada hubungannya dengan kampus Stikosa-AWS yaitu kampus jurnalistik, karena melihat tema videografi sudah banyak, kebetulan di kampus kita juga sudah pernah mengadakan lomba vlog dan belum pernah ada tentang fotografi”, jelasnya.

Mengenai alasan memilih judul “Lensa Sudut Kota”, Jihan pun menuturkan bahwa di Surabaya banyak konstruksi, gedung-gedung dan surabaya notabenenya kota metropolitan kedua setelah Jakarta. Sedangkan di Surabaya pun masih banyak pejalan kaki dan selalu ada seseorang yang bekerja keras di sudut kota.

Berangkat dari fakta tersebut, Mamuk Ismuntoro sebagai pemateri dalam acara ini, pun memberikan materi tentang fotografi dengan lebih spesifik tentang photo story journalistic, yakni salah satu jenis fotografi dengan konsep story telling yang disajikan melalui lebih dari satu foto. Selain memberikan materi, ia juga melakukan sharing-sharing dan tanya jawab dengan para peserta mengenai materi yang disampaikan.

Selain itu dalam acara ini juga diadakan lomba foto story, dimana para peserta dibebaskan untuk hunting dan mengambil foto dengan tema dan teknik sesuai apa yang disampaikan pada materi workshop, selanjutnya hasil foto story yang didapat para peserta nantinya diulas di akhir acara.

Acara ini diapreasiasi baik oleh para peserta yang kebetulan sangat menyukai dunia fotografi, salah satunya Aditya Eka Ramadhan siswa SMK Muhammadiyah 2 Surabaya, yang juga tergabung di komunitas Film Muda Surabaya.

“Event ini bisa memberi wawasan kepada anak-anak yang ingin belajar tentang fotografi khususnya  tentang foto story, dari narasumbernya sendiri penyampaiannya nyantai, enak, bisa dipahami oleh peserta,” tuturnya.

Selain dari peserta, Mamuk Ismuntoro selaku narasumber sekaligus pemateri acara ini juga memberi tanggapan positif atas diselenggarakannya acara workshop kali ini, mengingat karena workshop tentang tema fotografi seperti ini sangat jarang.

“Saya kira event ini yang jarang maksudnya event foto story, kalau workshop foto kan banyak di Surabaya. Tapi jarang ada workshop yang khusus tentang foto yang bercerita, karena ini tidak banyak diketahui orang,” jelasnya.

Selain itu Mamuk pun berharap setelah diadakan acara ini para peserta nantinya bisa mempraktekkan foto story sesuai yang telah diberikan. “Harapan saya ada perspektif baru sekaligus wawasan baru buat teman-teman penggemar fotografi di level manapun sebagai kendaraan untuk bercerita melalui foto,” tutupnya.

Acara yang ditujukan untuk peserta umum ini didukung oleh komunitas Matanesia, juga media partner dari organisasi kampus Stikosa-AWS Surabaya yakni Acta Surya, AWS Radio, AWS TV serta Surabaya Muda.

(N/F: odf/cla)