MALAM DI STASIUN

Ajal memanggil melalui sesuatu yang bukan suaramu. Kau tidak memanggilku.

Aku datang hanya sebagai penumpang, bukan pembunuh.

Aku memesan tiket setelah memutuskan tidak untuk pergi ke mana pun, tetapi berhenti di suatu tempat untuk membunuh maut yang melahirkanku.

Di telepon, tubuhmu biru.

(Seorang penyanyi telah berdiri membacakan satu ayat dalam kitab dan tertawa seperti sedang takut hendak kehilangan bagian-bagian tubuhnya: nafas yang mulai berbunga di dadanya, atau duri yang bermekar dari pahanya. Ia tak pernah bernyanyi. Ia baru saja dilahirkan dalam kereta api yang berhenti sebagai kekacauan. Ia sudah pernah mati)

Aku membayangkan kau pernah membangunkan dirimu di atas tanah ini dan mengambil beberapa suara yang jauh dan memimpikannya.

Tidur memimpikanmu.

Di telepon, aku memimpikanmu.

Kau tidak pernah tidur dan memimpikan apapun.

Jauh

(Seorang turis datang. Anjing dan kucing terikat dalam dirinya: dan bersama, membacakan satu puisi romantisme dalam bahasa kabut manusia. Kabut kepalanya)

Aku menjadi entah: seekor anjing dan kucing: di leherku mereka mengikat tuju

Aku hanya ingin pulang dengan mudah merindukanmu

tanpa perlu mengingat siapa kau siapa aku.

 

Penulis : Chendra.