Malam Balutan Cinta dengan Titik Rasa Semesta

actasurya.com – “Cinta diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai rasa yang ada di semesta ini. Lalu, kita sebagai manusia memilih dimana kita menaruh rasa itu semua.”

Itulah sepenggal kalimat dari pementasan pada  malam astra, Sabtu (18/11). Pagelaran ini di gelar oleh pegiat seni Teater Lingkar yang ada di kampus Stikosa-AWS.

‘Titik Rasa Semesta’ dipilih menjadi tajuk pada perhelatan malam sastra kali ini. Acara malam sastra pada malam itu mengajak para penonton untuk melewatkan satu malam dan melebur menjadi satu dalam balutan cinta yang syahdu dan serasi.

Muhammad Iqbal Jazuli selaku Ketua Pelaksana, ia mengatakan tentang makna tajuk untuk malam sastra pada malam hari ini, “karena tuhan telah menciptakan semesta dan berbagai rasa yang ada di semesta. Lalu kita manusia memilih dimana kita menaruh rasa itu, entah itu senang, sedih, bahagia, cinta atau apapun itu. Dan kita mengibaratkan semesta itu adalah panggung, dan kita menciptakan berbagai rasa di pementasan-pementasan yang dipentaskan lalu para audiens dapat merasakan berbagai rasa yang berbeda menurut yang mereka suka,” ujarnya.

Waktu menunjukan tepat pukul 20.00 malam, pagelaran acara ini dibuka dengan penampilan musik kontemporer yang disutradari oleh Dupo. Acara tersebut dilanjutkan dengan tari Kontemporer yang berjudul Lilakno yang artinya merelakan. “Di dalam hidup, kita harus merelakan sesuatu untuk hal yg lebih baik itulah pesan yang ingin disampaikan kepada para audiens,” ucap pria yang kerap di sapa corong ini.

Tak hanya menampilkan tarian dan musik saja, acara ini juga menyuguhkan berbagai penampilan yang apik. Salah satunya drama berjudul ‘dongeng untuk anak’ dan ‘kehidupan’ . Dimana para pemerannya diperankan oleh beberapa mahasiswa baru angkatan 2017.

Linggar misalnya, mahasiswi jurusan Broadcasting ini ikut serta dalam pembacaan puisi dalam pementasan ini. “Dapat pelajaran baru, khususnya dari mas Mawut. Namun aku akui memang jauh dari kata sempurna, tapi seneng banget bisa ikut serta dalam acara titik rasa malam semeseta ini,” ujar wanita berhijab ini.

Selaku ketua pelaksana, Iqbal ‘Corong’ menuturkan bahwa teman-teman mahasiswa baru yang ikut serta dalam pementasan kali ini sangat antusias dalam berproses bersama Teater Lingkar. “Masing-masing kami dari anggota maunpun peserta malam sastra merasa makin dekat dan rekat di pementasan malam sastra ini,” ujarnya.

Tak lupa pada acara malam sastra ini juga turut diselingi pembacaan puisi on the spot.  Dimana  sebelumnya puisi-puisi tersebut dikumpulkan dalam bola dunia yang disiapkan sebelum hari pementasan malam sastra ini.

Malam pun semakin larut, ditambah lagi dengan hawa dingin yang menyelimuti malam itu. Namun, para penonton dan tamu undangan masih antusias mengikuti alur acara dari malam sastra tersebut.

Untuk menambah kemeriahan malam itu, digandengnya teater dari Universitas Kristen Petra  Teater Rumpun Padi dan seniman Totenk MT Rusnawan.

Komentar positif pun terlontar dari beberapa penonton yang turut hadir dalam acara tersebut. “Dari penampilan seru dan menghibur. Karena para pemain sangat menjiwai dalam membawakan peran mereka masing-masing,” tutur Alan Kurnia Candra mahasiswa semester satu ini. (N/F : Alfa , Sasa)