Ketua Baru Stikosa Disambut Aksi Mahasiswa

Setelah menunggu beberapa bulan sejak pelaksanaan Pemilu Raya Ketua Stikosa-AWS 5 Oktober lalu, Selasa (29/11) akhirnya ketua baru Stikosa-AWS periode 2011-2015 dilantik. Pelantikan itu berlangsung di Ruang IV kampus wartawan yang berlokasi di Jl Nginden Intan Timur I/ 18 Surabaya. Hadir dalam kegiatan itu di antaranya Basofi Sudirman Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Wartawan Jawa Timur (YPWJ), Dhimam Abror Ketua Harian YPWJ yang mengundurkan diri, Zainal Arifin Emka Ketua Stikosa-AWS periode 2007-2011, Ignatius Ismojo Herdono Ketua terpilih untuk periode 2011-2015, serta pejabat YPWJ dan akademik lainnya.
Pelantikan itu terkesan mendadak dilakukan, undangan baru tersebar dan diketahui mahasiswa sehari sebelumnya. Helmy Yuniar Rosyadi, salah satu mahasiswa mengatakan, undangan baru ada pukul 9 malam. Bahkan dalam pelantikan itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Pemilu Raya Tjuk Suwarsono, tidak hadir dengan alasan ke luar kota.
Ismojo Herdono sendiri, kepada Acta Surya mengatakan, dirinya sebenarnya sudah mendapat informasi mengenai pelantikan beberapa hari sebelum hari H. “Saya sebenarnya sudah dapat informasi kalau pelantikan akan dilaksanakan pada minggu-minggu ini. Tapi, memang waktu itu belum ada ketentuan harinya,” jelas mantan Kabiro SCTV Surabaya ini.
Disambut Aksi
Kekecewaan mahasiswa atas keputusan sepihak itu, membuat pelantikan ketua baru Stikosa-AWS disambut aksi. Kukuh Rangga, mahasiswa yang juga Ketua Umum Himmarfi mengatakan, mahasiswa sebenarnya ingin ada dialog terbuka antara YPWJ, akademik, mahasiswa, dan alumni sebelum pelantikan digelar. “Kami baru dapat undangan kemarin sore,” imbuhnya. Menanggapi hal ini, Ismojo menegaskan dialog terbuka akan dilakukan secepatnya.
Selain menginginkan dialog terbuka, beberapa mahasiswa, alumni, serta dosen yang menamakan diri PAGPETER (Paguyuban Peduli Almamater) juga memprotes pelantikan itu karena menilai terpilihnya Ismojo sebagai ketua baru, cacat prosedur. Selama pelantikan, PAGPETER meneriakkan “tolak Ismojo!” dengan membawa kertas yang berisi tuntutan. “Kami merasa pelantikan ini cacat prosedur dan mengingkari aturan yang dibuat Pansel Pemilihan Ketua Stikosa-AWS,” jelas Helmy yang saat itu menjadi orator aksi. Dari beberapa syarat yang ditetapkan Pansel, dua poin penting yang tidak dimiliki Ismojo adalah NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional) dan JAFA (Jabatan Fungsional).
Suasana yang hampir ricuh terjadi beberapa kali selama pelantikan. Awalnya, saat gabungan mahasiswa-alumni-dosen dilarang masuk ke ruang pelantikan, kecuali undangan. Akhirnya, beberapa perwakilan mahasiswa pun diperbolehkan masuk. Pelantikan yang sempat molor, akhirnya dilaksanakan.
Di dalam ruang pelantikan, kericuhan kembali hampir terjadi karena mahasiswa yang diperbolehkan masuk masih terus berteriak menolak Ismojo. Setelah diredam, pelantikan pun dimulai. Namun, saat sumpah jabatan akan dilakukan, kembali terjadi keributan di dalam dan luar ruangan. Mahasiswa yang berada di luar ruangan ingin merangsek masuk untuk menolak pelantikan, sementara di dalam ruangan sendiri perwakilan mahasiswa Helmy Yuniar sempat bersitegang dengan Basofi Sudirman. Ketegangan itu kembali dapat diredam, sampai acara pelantikan tuntas.
Sikap Dosen
Selain mahasiswa yang melakukan aksi, tiga dosen yang juga alumni Stikosa-AWS menyatakan sikap tegas untuk mendukung aksi. Hendro Dwijo Laksono Dosen Media Online dan Reporting II, Ariestiana P. Rahayu Dosen News Analysis, serta Mamuk Ismuntoro Dosen Komunikasi Fotografi, menyatakan mundur dan tidak akan lagi mengajar di Stikosa-AWS.
“Kami menyayangkan adanya kebuntuan komunikasi antara pihak yayasan dan akademik. Tidak ada transparansi di sana,” tutur Hendro saat ditanya alasan pernyataan sikapnya. Dalam kesempatan berbeda Hendro menjelaskan, keputusan berhenti mengajar akan diwujudkan setelah UAS semester ini, karena masih memiliki tanggung jawab mengajar yang belum tuntas.
(N: Octovina, Tito Adam/ F: Tito Adam)

3 thoughts on “Ketua Baru Stikosa Disambut Aksi Mahasiswa

  1. kepada bpk ismoyo, senior saya sewaktu di sctv, seharusnya tdk ada dosen2 yg out gara2 kemelut ini jika semuanya berjalan semestinya. artinya persoalan simpel ini telah membawa korban teman2 dosen yg rencananya out dr stikosa aws. kenapa pertanggungjawaban soal keuangan saudara dhimam abbror yang sangat simpel itu malah meluber kemana2 yg terkesan ditutup2i oleh oknum2 stikosa aws. saya
    ada kekuatiran panjenengan hanya dipakai sebagai tameng, sehingga prosedure yg telah ditata diabaikan. saya hanya berbicara kebenaran, menuntut keadilan bagi teman2 yg kini berseberangan dgn oknum2 stikosa aws. saya sebagai alumni sangat menyayangkan hal ini. saya mohon bapak ismoyo herdianto atas inisiatif sendiri mundur dari jabatan tsb demi kebaikan bersama. tidak ada tendensi apapun dari pernyataan saya sebagai alumni. siapapun melihat kasus ini sangat gamblang siapa salah, siapa benar. sebagai sesama alumni, saya mengabaikan catatan hubungan apapun demi tegaknya kebenaran, keadilan di stikosa aws ini. matur nuwun. rudono_alumni th 1995, angkatan th 1989-1990

    Reply
  2. There have been several interesting points at some point on this page
    however I don’t recognize if these people center to heart.

    There is certainly some validity conversely I most certainly will take hold opinion until I take a look at it further.

    First-class post , thanks so we want far more! Combined with FeedBurner in addition

    Reply