Kekerasan Terhadap Anggota Persma Kembali Terjadi

Actasurya.com – Di era keterbukaan mengakses informasi seperti sekarang, masih saja ditemukan banyak kasus pelangaran yang dilalukan terhadap kaum jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Seperti baru -baru ini kasus yang di alami oleh Ahmad Kevin Alfirdaus Arief (Kevin) dan Achmad Fitron Fernanda Arifin (Fitron) anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Siar Unit Kegiatan Mahasiswa Penulis (UKMP) Universitas Negeri Malang (UM).

Kevin dan Fitron mengalami tindak kekerasan yang diduga dari organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dan gerombolan Haris Budi Kuncahyo (HBK). Kejadian bermula pada hari Minggu (30/9/2018), saat keduanya sedang menghadirii aksi damai memeperingati Roma Agrement di alun-alun kota malang, acara yang diadakan oleh Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Acara tersebut juga di datangi oleh sekitar 30 orang rombongan ormas PP-HBK yang kemudian melakukan tindakan represif berupa kekerasan fisik dan kekerasan verbal. Massa aksi yang mendapatkan tindakan represif tersebut mencoba bertahan dengan membuat barikade melingkar untuk melindungi anggota aksi yang dihujami dengan pemukulan, penendangan dan lain-lain. Alasan PP-HBK merepresi karena ingin menjaga NKRI.

Keadaan berlangsung tidak kondusif. Kekerasan verbal berupa umpatan dilontarkan diikuti dengan aksi kekerasan oleh ormas PP dan gerombolan HBK. Akibat dari tindakan itu massa FRI-WP banyak yang terluka. Juga tak terhindarkan jurnalis LPM Siar UKMP UM, Kevin dan Fitron turut menjadi pelampiasan amukan massa. Kevin yang berniat merekam aksi tersebut lebih dekat, juga ikut menjadi korban pemuKulan karena dianggap bagian dari aksi, Kevin yang ingin menjelaskan bahwa ia seorang jurnalis juga tak di beri kesempatan dan seketika sekelompok ormas melakukan pengeroyokan terhadap Kevin.

Fitron yang berusaha menghalangi kelompok ormas tersebut, namun sayangnya Fitron juga menjadi korban dalam pengeroyokan ini. Pihak kepolisian yang melerai kejadian tersebut juga tak mengamankan anggota ormas yang melakukan pemukulan, polisi justru membawa Kevin masuk ke deretan massa aksi FRI-WP yang tengah membuat border melingkar. Akibat dari pengeroyokan ini, Kevin mengalami luka di berbagai titik. Telinga Kevin berdarah, rahang dan wajah lebam, serta beberapa bagian tubuh terasa sakit dan mengalami sakit dalam. (N/F: Pita/google)