Kejutan Efek Kamera Lomo


Leningsradskoye Optiko Mechaninicheskoye Obyedinenie atau lebih dikenal dengan kamera Lomo, kian memikat ratusan ribu orang di seluruh dunia. Indonesia adalah salah satu negara yang tergabung dalam klub pecinta produk buatan Rusia ini.

Kata Lomo juga berasal dari nama perusahaan di St. Petersburg, Rusia. Pabrikan itu memproduksi perangkat optik, seperti kamera, teleskop dan mikroskop. Saat Perang Dunia (PD) II, pabrik Lomo berperan sebagai pemasok peralatan perang untuk mililiter Rusia. Kala itu, agen mata-mata Rusia sering memakai alat optik rahasia buatan Lomo saat bertugas.

Kamera Lomo memiliki banyak keunikan. Cacat yang ada di lensa Lomo, justru membuat hasil jepretan menjadi khas dan unik. Setelah membidik objek, sering muncul warna khas Lomo yang sulit dihasilkan oleh kamera biasa. Seperti, muncul warna gelap yang membentuk kesan artistik di bagian sudut frame. Saat pencahayaan normal, muncul unsur warna biru, merah dan kuning.

Lomo mempunyai beragam jenis. Salah satunya, Lomographic Oktomat. Jenis ini memiliki keunggulan mampu menghasilkan empat frame atau lebih dalam sekali jepret. Sebab, kamera ini menyimpan empat sampai delapan lensa.

Efek yang ditimbulkan kamera Lomo beragam. Setiap jenis memiliki karakter efek yang berbeda. Sehingga, hasil gambar yang dihasilkan masing-masing kamera Lomo pasti berbeda. Afandi Ahmad, Store Manager ORE Distro menyarankan, “Secara pribadi, kedepannya dibuat mengalir aja, gak usah di planning. Di Kota Surabaya, kamera yang lahir tahun 1982 ini pertama kali dijual di ORE Distro, jalan Kusuma Bangsa No 110.

Lomo menyediakan enam jenis kamera yang menyajikan efek berbeda di setiap jepretannya, yakni:
1. Lomographic Colorsplash Camera. Keistimewaan terletak pada flash. Bagian ini kaya warna. Selain itu, warna foto hasil bidikan, berbeda dengan tampilan di viewfinder.

2. Lomographic Fish-Eye Camera. Jenis ini menggunakan lensa cembung. Mirip mata ikan.

3. Lomographic Oktomat. Saatnya menghasilkan banyak frame secara beruntun. Kelas ini terdiri dari lensa majemuk (8 lensa) yang mampu mengambil gambar secara berurutan dalam waktu tertentu. Ragam lensa lainnya yaitu Action Sampler, terdiri dari empat lensa majemuk membentuk segiempat. Dan Super Sampler atau empat lensa sejajar.

4. Lomographic Holga. Seri ini menyajikan format kamera sederhana. Namun, mampu menghasilkan efek vignette, blur, light leaks, dan distorsi lainnya.
5. Lomographic Horizon. Adalah jenis kamera Lomo yang menggunakan lensa swing untuk menghasilkan foto panoramic.

6. Lomographic Frogeye Underwater. Seperti namanya, kamera ini mampu bertahan hidup di daratan maupun dalam air.
Naskah: Ryan Mardhika