Jurnalisme Data, Kunci Berantas Berita Hoaks 

 Dari kiri Andreas Harsono sebagai narasumber, Hendro D Laksono sebagai moderator dan A Sapto Anggoro sebagai narasumber di bidang Jurnalisme Data, dalam Talkshow bertajuk Jurnalisme Data, Garda Terdepan Melawan Hoaks, yang diselenggrakan LPM Solidaritas, sabtu (22/12) di SAC lantai tiga, Uinsa, Surabaya

Actasurya.com – Banyaknya kabar tak benar atau hoaks yang semakin merajalela membuat masyarakat merasa diresehkan, juga terdapat beberapa faktor yang disalahkan dalam hal ini, seperti memang kesalahan dari media yang benar memberitakan berita palsu, juga pembaca yang tak teliti dan tak mau mencari tahu akan kebenaran dari rumor. Melihat fenomena ini, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar sebuah Talk Show yang bertajuk “Jurnalisme Data, Garda Terdepan Melawan Hoaks” Garda Terdepan Melawan Hoaks, Sabtu (22/12).

Acara yang diselenggarakan tiap tahun ini menggandeng dua narasumber. Yakni Sapto Anggoro, pendiri Tirto.id dan Andreas Harsono Pendiri Aliansi Pers Asia Tenggara di Bangkok, serta dimoderatori oleh Hendro D. Laksono yang juga ahli dalam bidang media.

Melalui acara yang memberantas hoaks, Sapto mengharapkan masyarakat menjadi melek akan bahaya hoaks dan mengetahui cara mengatasinya.

“Tidak asal menyebarkan berita yang tak jelas sumbernya, jangan terlalu percaya terhadap berita yang mengatas namakan tokoh dan isu agama. Serta lebih bisa menyaring, dengan melakukan verifikasi,” kata Pendiri Tirto.id.

Sementara itu, menurut Andreas, seorang pembaca harus selalu memverifikasi berita yang dibaca. Kepada pembaca, Sapto berpesan untuk tidak langsung percaya dengan berita yang belum jelas kebenarannya.

“Langkah yang paling penting dalam memberantas hoaks adalah dengan verifikasi, di mana verifikasinya terdiri dari 3 tahap, transparansi dan jujur, urutan sumber media dan berpikir terbuka,” ujarnya.

Event yang dibuka untuk umum ini, mendapat umpan balik yang baik dari salah satu peserta, yakni Iffa Masrifah, mahasiswa semester tiga jurusan pendidikan bahasa Arab ini, menyadari bila informasi yang menggunakan penggalan ayat suci itu selalu benar.

“Terkadang aku juga termakan, sama informasi yang mencantumkan ayat suci Al-qur’an, dan akhirnya tanpa berfikir panjang aku share. Tetapi aku sekarang udah tahu, kalau gak semua informasi yang nyantumin ayat suci itu selalu benar,” ceritanya

Dari adanya Talk Show tersebut, Pemimpin Umum (PU) LPM Solidaritas, Wiji Agustin Sasmita, berharap bisa memberantas berita hoaks. Juga menyadarkan masyarakat agar lebih bisa menyaring informasi sebelum disebarkan lebih luas.

Wiji juga menyampaikan, tujuannya mengundang Titro.id yakni, kuat akan jurnalisme data dan ke-independennya.

“Kami juga berharap untuk ke-depannya, LPM Solidaritas dan LPM yang lain menjadi lembaga yang lebih independen seperti Tirto.id,” tutupnya. (N/F: Jel/Riz)